KESADARAN akan pentingnya kesehatan mental di kalangan remaja, saat ini patut mendapatkan apresiasi tinggi. Jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, isu mengenai kondisi psikologis individu, masih dianggap hal yang awam. Bahkan, kerap disepelekan.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus, Prapti Madyo Ratri menyampaikan, makin banyak generasi muda yang mulai peduli dengan isu ini. Membicarakan kesehatan mental sebagai bagian penting dari kesejahteraan hidup. Setara dengan kesehatan fisik.
“Kesehatan mental bukan hanya soal perasaan sedih atau lelah semata. Tetapi juga menyangkut keseimbangan emosional. Kondisi fisik yang terpengaruh hingga cara seseorang bersosialisasi dan beradaptasi di lingkungan sekitarnya,” jelasnya, kemarin.
Ketika remaja mulai mengangkat isu ini secara terbuka, itu merupakan sinyal positif. Kesadaran terhadap aspek psikologis mulai tumbuh, dan menjadi bagian dari diskursus publik. Terutama di kalangan Gen-Z. Namun, di balik perkembangan positif ini, muncul tantangan baru.
“Masih banyak remaja yang salah menafsirkan makna kesehatan mental itu sendiri. Istilah seperti healing, burnout, atau mental breakdown sering digunakan secara berlebihan. Bahkan, tanpa dasar yang jelas. Ini mengindikasikan adanya kekeliruan,” ujarnya.
Untuk itu, edukasi tentang kesehatan mental harus dilakukan secara menyeluruh dan tepat sasaran. Terutama bagi generasi muda yang memiliki potensi, sebagai agen perubahan atau student of change. Pengetahuan yang benar akan membantu mereka, mampu membedakan kebutuhan.
“Gen-Z memiliki karakter yang cenderung terbuka. Ekspresif dan berani menyuarakan pendapat. Karakteristik ini dapat menjadi kekuatan besar, dalam menggaungkan isu kesehatan mental yang lebih sehat dan terarah. Diharapkan mampu menjadi generasi yang kuat secara mental,” ungkapnya.
Ke depan, kesadaran ini perlu didorong melalui kolaborasi sekolah, keluarga, komunitas, serta lembaga kesehatan. Dengan pendekatan yang tidak menghakimi dan edukatif, isu kesehatan mental bisa menjadi bagian dari budaya hidup sehat di masyarakat. Bukan sekadar tren yang cepat berlalu. (cr9/adf)










