Figur  

Dari Panggung Seni ke Cita-Cita Polwan: Dea Buktikan Mimpi Tak Ada Batas

Elysa Deana Putri. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

ELYSA Deana Putri menapaki panggung seni sejak usia belia. Ini membuktikan bahwa bakat, semangat, dan dedikasi mampu membuka masa depan.

“Saya suka banget menari sejak kecil. Awalnya cuma lihat ibu yang sering tampil di acara kampung. Dari situ saya kepingin ikut juga,” tutur gadis 14 tahun asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Rembang itu, belum lama ini.

Siswi SMP Negeri 5 Rembang itu, mengaku, minatnya terhadap seni tari tidak berhenti di rasa suka semata. Dea telah menorehkan berbagai prestasi membanggakan.

Pertama kali mengikuti lomba tingkat kabupaten, ia berhasil meraih juara 2. Kemudian melangkah ke tingkat provinsi dan sukses masuk dalam 10 besar. Prestasi ini menjadi bukti bahwa konsistensi dan ketekunannya berbuah manis.

Baginya, menari bukan hanya sekadar hobi atau ajang pencapaian pribadi. Baginya, menari adalah bentuk kecintaannya terhadap kebudayaan.

“Saya pengen ikut melestarikan budaya lewat tari. Banyak orang sekarang mulai lupa dengan tarian daerah. Padahal itu kekayaan kita,” ungkapnya.

Ia dikenal aktif tampil di berbagai acara dan event lokal. Mulai dari pentas seni sekolah hingga festival kebudayaan di tingkat kecamatan dan kabupaten. Dea juga rajin mengikuti latihan di Sanggar Mbah Joget.