Kudus  

Pelajar Wajib Tahu! Ini 3 Kunci Sukses Hadapi Masa Depan dari Mendikdasmen

SEMANGAT: Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengikuti Gerakan Pagi Ceria bersama guru dan siswa SMA Negeri 1 Kudus yang memenuhi lapangan sekolah, Selasa (7/10). (MUHAMMAD GUFRON/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan tiga tips penting bagi pelajar agar siap menghadapi tantangan masa depan. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke SMA Negeri 1 Kudus, Selasa (7/10).

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti didampingi Bupati Kudus Samani Intakoris mengikuti kegiatan Gerakan Pagi Ceria bersama para guru dan siswa di lapangan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Usai senam bersama, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan lahir dari kesungguhan dan ketekunan dalam belajar. “Perubahan besar itu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Ia kemudian membagikan tiga kebiasaan penting yang harus dimiliki pelajar masa kini. Pertama, membiasakan perilaku baik secara konsisten. Kedua, membangun karakter spiritual dan mental yang kuat. Ketiga, terus mengasah kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan penguasaan teknologi digital.

Menurutnya, ketiga hal tersebut menjadi bekal penting bagi siswa agar mampu bersaing di era global yang sarat tantangan.

“Anak-anak Indonesia harus siap menghadapi masa depan, tidak hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter yang kuat dan keterampilan abad ke-21,” tegasnya.

Selain menyoroti pembentukan karakter, Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya digitalisasi pendidikan. Ia menyebut program ini menjadi salah satu prioritas nasional, mencakup empat paket kegiatan: distribusi Interactive Flat Panel (IFP), bantuan laptop, pelatihan guru, serta penyediaan materi pembelajaran digital.

Hingga awal Oktober, distribusi IFP telah mencapai lebih dari 70 ribu unit dari total 80 ribu yang diproduksi. Targetnya, seluruh unit akan rampung terdistribusi pada pertengahan Desember 2025, mencakup lebih dari 288 ribu satuan pendidikan negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

“Teknologi digital harus dimanfaatkan untuk kegiatan positif dan pembelajaran yang berkualitas,” pungkasnya. (hmd/iza)