Kendal  

Ratusan Pemuda Kaliwungu Kendal Tanam 500 Cemara Laut, Perangi Abrasi di Mororejo

BERSAMA-SAMA: Bupati Kendal Dyah Permanasari menanam cemara laut di area tambak yang terkikis abrasi. (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Upaya mencegah abrasi yang terus menggerus pesisir Kaliwungu kembali digelorakan para pemuda. Ratusan pemuda dari berbagai organisasi berkumpul di Desa Mororejo, Minggu (16/11/2025) untuk melakukan aksi penanaman cemara laut sebagai langkah mitigasi jangka panjang.

Aksi lingkungan tersebut dipusatkan di dua titik pesisir Mororejo, kawasan yang selama ini mengalami kerusakan terparah akibat abrasi dan banjir rob. Sebanyak 500 bibit cemara laut ditanam di sekitar tambak warga yang rusak tersapu air laut dan sepanjang garis pantai yang rentan tergerus ombak.

Ketua KNPI Kecamatan Kaliwungu, Albadrun Munir Wibowo menyampaikan bahwa total bibit yang disiapkan mencapai 900. Namun sebagian belum dapat ditanam karena area yang direncanakan masih tergenang rob.

“Lokasi yang masih terendam tidak memungkinkan untuk penanaman. Hari ini kami tanam 500 bibit terlebih dahulu,” terangnya.

Gerakan ini menarik perhatian ratusan pemuda yang datang membawa semangat menjaga lingkungan. Mereka menanam secara bergiliran sambil membersihkan area tepian tambak yang mulai terkikis.

Albadrun menambahkan, ajakan menjaga lingkungan perlu terus disuarakan agar dampak abrasi tidak semakin meluas.

“Kami mengajak pemuda di Kaliwungu merawat lingkungan masing-masing supaya abrasi tidak bertambah parah,” serunya.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Bupati menanam bibit cemara di area tambak yang kini berubah menjadi genangan luas akibat abrasi berkepanjangan. Ia menyebut penanaman cemara laut sebagai langkah penting dalam memperkuat pesisir dan mengurangi risiko abrasi tahunan.

“Kegiatan yang diinisiasi KNPI Kaliwungu ini merupakan upaya pelestarian lingkungan yang penting dilakukan,” ujar bupati.

Ia menambahkan bahwa abrasi dan rob tidak dapat diatasi secara cepat sehingga diperlukan upaya pencegahan berkelanjutan. Tanaman cemara laut diharapkan dapat menjadi penahan alami yang memperlambat kerusakan pesisir. (ags/adf)