KUDUS, Joglo Jateng – Capaian CKG Puskesmas Undaan (Cek Kesehatan Gratis) sepanjang tahun 2025 tercatat belum sepenuhnya memenuhi target di seluruh segmen. Berdasarkan data evaluasi, persentase pemeriksaan pada kelompok bayi baru lahir serta usia sekolah dan remaja masih tergolong rendah, kontras dengan capaian pada kelompok lansia yang justru melampaui sasaran.
Kepala Puskesmas Undaan, Urip Hendri Ardiansyah menyoroti ketimpangan data ini sebagai bahan evaluasi utama. Hingga akhir 2025, realisasi CKG pada bayi baru lahir baru menyentuh angka 37 persen dari target 65 persen.
Kondisi serupa terjadi pada kelompok usia sekolah dan remaja yang hanya mencapai 18 persen dari target 20 persen. Sedangkan untuk balita dan pra sekolah, angka capaian berada di 44 persen dari target 50 persen.
“Untuk bayi baru lahir memang masih cukup rendah. Ini menjadi perhatian kami karena pemeriksaan di usia ini sangat penting untuk deteksi dini gangguan tumbuh kembang,” kata Urip di kantornya, baru-baru ini.
Pentingnya Skrining Awal
Urip menjelaskan, pemeriksaan CKG pada bayi bukan sekadar formalitas. Layanan ini meliputi pengukuran berat badan lahir, skrining SHK (Hipotiroid Kongenital) dengan pengambilan sampel darah di area tumit untuk mengetahui kadar hormon tiroid, serta skrining penyakit kuning.
Berbeda dengan capaian pada anak dan remaja, partisipasi kelompok usia dewasa dan lanjut usia (lansia) justru menunjukkan tren positif. Kelompok usia dewasa mencatat capaian 52 persen, jauh melampaui target 35 persen. Begitu pula dengan lansia yang mencapai 54 persen dari target 50 persen.










