Jepara  

Kuota Terbatas Cuma 100 Kursi! Catat Tanggal Keberangkatan Mudik Gratis Pemkab Jepara 2026 dari TMII

Petugas kepolisian dan Dishub Jepara sedang melakukan inspeksi keselamatan kendaraan atau ramp check pada armada bus penumpang
PERIKSA: Polres dan Dishub Jepara saat melakukan ramp check pada armada bus di Jepara, beberapa waktu lalu. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab Jepara) kembali menghadirkan program mudik gratis Jepara 2026 untuk memfasilitasi kelancaran kepulangan warga perantau yang berada di ibu kota. Program kerakyatan ini sangat dinantikan oleh masyarakat guna menghemat pengeluaran biaya perjalanan di tengah melonjaknya harga tiket angkutan umum jelang Lebaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Jepara, Mukti Nurwijayanti, menyampaikan bahwa pada program tahun ini pihaknya telah menyiapkan alokasi armada bus khusus.

Rombongan pemudik asal Kota Ukir tersebut dijadwalkan berangkat dari titik kumpul Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada tanggal 16 Maret 2026 mendatang.

Kuota Terbatas Cuma 100 Kursi

Untuk melancarkan agenda operasional tersebut, armada bus akan diberangkatkan lebih dulu secara kosong dari Jepara menuju Jakarta pada 15 Maret 2026.

Selanjutnya, keesokan harinya, seluruh peserta mudik akan dijemput dan diberangkatkan secara serentak dari kawasan TMII untuk pulang ke kampung halaman.

Mengenai rincian spesifik ketersediaan armada transportasi, Pemkab Jepara diketahui menyediakan satu unit bus.

Sementara itu, satu armada bus tambahan lainnya merupakan kontribusi bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara.

“Pemda menyediakan satu armada bus dan bantuan Baznas Jepara satu armada. Total dua armada bus dengan kapasitas 100 seat,” ujar Mukti memaparkan rincian armada.

Pendaftaran Terpusat via Paguyuban Perantau

Lantaran kapasitas masing-masing armada hanya diperuntukkan bagi 50 orang per bus, kuota mudik gratis pada periode Lebaran kali ini terbilang sangat terbatas.

Adapun proses pendaftaran calon peserta mudik gratis ini tidak dilakukan secara bebas atau perorangan, melainkan dikoordinasikan secara terpusat.

Langkah koordinasi dan inventarisasi nama peserta diserahkan penuh melalui wadah Paguyuban Keluarga Perantau Jakarta.

Bagi warga perantau yang ingin mengamankan kursi perjalanannya, proses pendataan pendaftaran dikelola oleh dua orang koordinator utama paguyuban, yakni Gumono dan Kholiyanto. (oka/gih/rds)