Kudus  

Sisihkan Rp 1.000 Tiap Hari, Siswa Madrasah Darul Anwar Kudus Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga

Siswa-siswi Madrasah Darul Anwar Kudus membagikan paket sembako secara langsung kepada masyarakat kurang mampu di Desa Cranggang.
Beberapa siswa madrasah tengah membagikan paket sembako kepada masyarakat di Desa Cranggang, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Rabu (11/3/2026). (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Siswa-siswi Madrasah Darul Anwar Kudus menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan membagikan ratusan paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Aksi kemanusiaan bertajuk Ramadan Berbagi ini merupakan buah manis dari rutinitas pengumpulan infak harian siswa sebesar Rp 1.000 selama bulan puasa.

Kegiatan sosial yang melibatkan peserta didik dari jenjang RA, MI, dan MTs NU Darul Anwar ini dilaksanakan di wilayah Desa Cranggang, Kecamatan Dawe, pada Rabu (11/3/2026).

Adapun sasaran utama program pendistribusian ini difokuskan pada kalangan fakir miskin, kelompok jompo, serta anak yatim piatu di lingkungan setempat.

Tanamkan Karakter Peduli Sejak Dini

Ketua Panitia kegiatan, Aguh Prayogo, menyampaikan bahwa agenda sosial ini merupakan bagian integral dari rangkaian aktivitas Ramadan di sekolahnya. Tujuannya adalah untuk menanamkan nilai kepedulian sosial secara langsung melalui praktik di lapangan.

Lebih kurang 100 paket sembako berhasil terkumpul berkat partisipasi aktif para murid yang didukung pula oleh infak dari bapak dan ibu guru.

“Kegiatan ini kami rancang untuk mengajarkan anak-anak berinfak sejak dini, meningkatkan kesadaran beramal, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Selain itu, ini juga menjadi bentuk ibadah di bulan suci Ramadan. Semoga kegiatan ini bernilai ibadah dan membawa keberkahan dari Allah SWT,” ujar Aguh.

Penyaluran Door to Door

Guna melatih kepekaan dan rasa hormat kepada sesama, paket sembako tersebut disalurkan secara door to door dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga.

Dalam proses pendistribusiannya, para siswa RA, MI, dan MTs ini didampingi secara melekat oleh para guru.

Dengan suksesnya program pembiasaan berbagi ini, pihak madrasah berharap nilai-nilai empati dan kedermawanan dapat terus tumbuh dalam diri para siswa, sekaligus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar. (iza/fat/rds)