JEPARA, Joglo Jateng – Puluhan pelajar SMP di Kabupaten Jepara tampak sibuk mengutak-atik kendali robot di Gedung PGRI Jepara, Selasa (7/4/2026). Mereka bukan sekadar bermain, tapi sedang bertanding dalam lomba robotik yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara.
Di arena, robot berbentuk tank mobil itu digerakkan untuk menggiring bola hingga masuk ke gawang. Suasana sempat riuh setiap kali bola nyaris gol.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Jepara, Elly Widyastuti, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya mengenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi sejak dini kepada pelajar.
“Anak-anak perlu tahu bagaimana teknologi, termasuk robot, bisa membantu aktivitas manusia. Sekarang ini kan era digital, bahkan antar makanan saja sudah bisa pakai robot. Mau tidak mau mereka harus paham,” terangnya saat ditemui di arena lomba.
Ia menjelaskan, sebelum lomba digelar, peserta lebih dulu mendapat pelatihan berupa simulasi merangkai robot. Dalam sesi itu, siswa diajarkan menyinkronkan alat hingga robot bisa bergerak dan menggiring bola. Sementara dalam lomba, tantangan yang diberikan adalah mengendalikan robot untuk memasukkan bola ke gawang lawan.
Menurut Elly, kegiatan semacam ini juga diharapkan bisa mengarahkan siswa pada aktivitas yang lebih positif. Ia menyinggung, kebiasaan anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di gawai.
BACA JUGA: 1.000 Orang Bakal Ramaikan Kirab Buka Luwur Jepara, Bupati Tunggangi Kuda Menuju Mantingan
“Harapannya mereka lebih tertarik belajar iptek, daripada hanya main handphone atau TikTok,” jelasnya.
Ke depan, Bappeda Jepara berencana mengembangkan kegiatan serupa, tidak hanya robotik, tetapi juga lomba karya tulis ilmiah dan inovasi pelajar. Dalam kompetisi ini, panitia menyiapkan hadiah bagi juara 1 hingga 3, serta juara harapan 1 sampai 3, dengan total jutaan rupiah.
Salah satu peserta, M. Saiful Rafi Arjuanaidi (13), siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kembang, mengaku baru pertama kali mengikuti lomba robotik. Ia turun bersama rekannya, M. Caelvin Aditya kelas VII (12).
“Seru, tapi juga tegang. Apalagi kontrolnya pakai analog, agak susah di awal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengoperasian robot cukup menantang. Tuas analog digunakan untuk mengarahkan gerak, sementara tombol lain berfungsi sebagai pendorong atau booster. Dalam babak pertama, timnya harus berhadapan dengan SMP Negeri 1 Batealit. Pertandingan berlangsung ketat dengan skor tipis 1-0.
Rafi mengaku, tertarik untuk terus mendalami bidang robotik. Di sekolahnya, ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang banyak bersentuhan dengan sains. “Pengen lanjut ikut lomba lagi,” katanya. (oka/gih/rds)










