Cath Lab RSUD Rembang Segera Dicover BPJS, Pasien Jantung Tak Perlu Rujuk Keluar Daerah

LAYANAN: Fasilitas Cath Lab di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang tengah menjalani proses penilaian agar segera dicover oleh BPJS Kesehatan. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang kini dalam tahap penilaian akhir untuk masuk ke dalam cakupan BPJS Kesehatan. Langkah ini menjadi upaya krusial dalam mendekatkan fasilitas penanganan medis tingkat lanjut bagi masyarakat.

Apabila resmi ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), warga tidak perlu lagi menempuh rujukan ke luar daerah. Akses kesehatan ini sangat vital untuk mempercepat pertolongan pertama pada penyakit jantung dan stroke.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzulul Hasan mengatakan, pihaknya tengah memastikan kesiapan layanan tersebut dari sisi administrasi maupun teknis.

“Pengecekan meliputi administrasi dan perlengkapan teknis. Hasilnya sudah lengkap, selanjutnya kami proses dan ajukan ke pusat. Kewenangan sepenuhnya ada di BPJS Pusat,” ujarnya.

Penanganan Cepat Tanpa Operasi Besar

Sebagai informasi, Cath Lab merupakan ruang khusus yang menggunakan peralatan canggih untuk mendeteksi hingga menangani penyumbatan pembuluh darah. Prosedur ini memungkinkan pasien mendapat penanganan tanpa harus melalui operasi besar.

Direktur RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, dr. Samsul Anwar menjelaskan, fasilitas ini memegang peranan krusial untuk menangani kasus kegawatdaruratan medis.

“Cath Lab digunakan untuk membuka sumbatan pembuluh darah di otak serta tindakan jantung melalui kateterisasi,” terangnya.

Fasilitas kesehatan ini telah beroperasi sejak 2024 dan melayani 226 pasien yang berasal dari Rembang, Bojonegoro, dan Tuban. Selama belum di-cover BPJS, pembiayaan pasien sepenuhnya masih ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang agar tetap gratis.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto turut memberikan dorongan agar layanan tersebut segera berstatus JKN. Ia berharap manfaat nyata dari fasilitas canggih ini dapat segera dirasakan secara luas dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Saat ini, BPJS Kesehatan juga tengah melakukan proses penilaian serupa di sejumlah rumah sakit lain sebagai bagian dari program perluasan akses layanan JKN. (uma/iza/rds)