PEMALANG, Joglo Jateng – Kodim 0711/Pemalang menanam 1.000 pohon mangrove secara serentak di kawasan pesisir Desa Ketapang, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program TNI AD Peduli Lingkungan sekaligus upaya memperkuat perlindungan wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.
Kegiatan bertema “Mangrove Tumbuh, Negeri Tangguh” tersebut dipimpin langsung Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif, S.Hub.Int., bersama jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat pencinta lingkungan. Penanaman mangrove dilakukan serentak melalui video conference bersama Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya sebagai bagian dari program pembinaan teritorial TNI AD di wilayah pesisir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya perwakilan Polres Pemalang, Kejaksaan Negeri Pemalang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang, Camat Ulujami, unsur Forkopimcam, anggota TNI-Polri, hingga masyarakat Desa Ketapang.
Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif mengatakan, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
“Mangrove memiliki peran penting dalam mencegah abrasi, menahan gelombang pasang, menjaga ekosistem laut, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Sementara itu, melalui video conference, Waas Ter Kasad Bidang Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo menyampaikan bahwa program penanaman mangrove rutin dilakukan TNI AD sebagai langkah mitigasi bencana dan pencegahan abrasi di kawasan pesisir.
Ia menjelaskan, mangrove menjadi benteng alami yang mampu melindungi wilayah pantai dari kerusakan lingkungan sekaligus menjaga habitat biota laut yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat nelayan.
Program penanaman mangrove sendiri telah dilakukan di sejumlah wilayah rawan abrasi di Pulau Jawa, termasuk kawasan pesisir utara Jawa Tengah.
Dengan penanaman 1.000 pohon mangrove di Desa Ketapang, diharapkan kawasan pesisir Pemalang makin tangguh menghadapi ancaman abrasi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan berkelanjutan. (fan/ree/rds)










