KUDUS, Joglo Jateng – Puskesmas Dawe di Kabupaten Kudus terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Fasilitas kesehatan ini berkomitmen menyajikan pelayanan prima dan sesuai dengan regulasi pemerintah melalui pembaruan sistem manajemen serta akselerasi penanganan penyakit menular.
Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 19 Tahun 2024, Puskesmas Dawe kini menerapkan sistem lima klaster pelayanan. Sistem ini memisahkan pelayanan kesehatan berdasarkan kategori umur pasien untuk mempercepat dan mengoptimalkan layanan rawat jalan.
Ketua Tata Usaha sekaligus Nutrisionis Puskesmas Dawe, Nur Sahal yang mewakili Kepala Puskesmas, drg. Yuskal Yusrizal memaparkan, pembagian klaster ini bertujuan mendekatkan pelayanan spesifik kepada masyarakat. Mulai dari bayi baru lahir, remaja, dewasa, hingga lansia.
“Di Puskesmas Dawe juga untuk klaster di usia dewasa dan lansia sudah kita pisah pelayanannya, sudah enggak campur,” kata Nur Sahal.
Langkah pemisahan ini sengaja dilakukan demi menjaga kenyamanan, keamanan, serta meningkatkan efektivitas pelayanan bagi warga yang datang berobat.
Di samping optimalisasi klaster pelayanan rawat jalan, Puskesmas Dawe memberikan perhatian khusus pada penanggulangan penyakit menular, terutama tuberkulosis (TB) paru.
Di tingkat lapangan, Puskesmas Dawe aktif bergerak di 9 desa yang menjadi wilayah kerja mereka.
Penanganan penyakit menular ini tidak dilakukan sendiri, melainkan dengan merangkul berbagai elemen masyarakat serta aparat penegak hukum dari Kepolisian Sektor (Polsek) Dawe.
“Yang baru kita laksanakan adalah kerja sama dengan kepolisian tentang penanganan dan pencegahan untuk TB,” ungkap Nur Sahal mengenai sinergi tersebut.
Kepala Puskesmas Dawe, drg. Yuskal Yusrizal menegaskan komitmen penuh institusinya dalam mendukung kebijakan nasional untuk mengeliminasi penyakit ini.
Ia menekankan, tindakan aktif mutlak diperlukan agar target bebas TB dapat dicapai secara riil di masyarakat.
“Harapan untuk zero TB tentunya tidak akan terwujud (tanpa kerja aktif, Red). Oleh karena itu, saya dan tim di Puskesmas Dawe melakukan intervensi mendukung kebijakan zero TB ini dengan beberapa hal,” katanya.










