KUDUS, Joglo Jateng – Semangat kolaborasi, kreativitas, dan kebersamaan mewarnai gelaran Move Build Growth Padhang Mbulan #4. Acara ini diselenggarakan Taruna Ungu (Karang Taruna Kecamatan Kaliwungu) dengan Karang Taruna Wira Abipraya Desa Banget sebagai tuan rumah di Balai Desa Banget, Senin (29/6/2026).
Padhang Mbulan merupakan agenda rutin Taruna Ungu yang digelar setiap tiga bulan sekali secara bergilir di desa-desa se-Kecamatan Kaliwungu. Program ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul para pemuda, tetapi juga menjadi ruang membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, serta memperkuat sinergi antara Karang Taruna dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Ketua Taruna Ungu Kecamatan Kaliwungu, Mukhlis Hermawan mengatakan, kegiatan tersebut lahir dari semangat menghidupkan kembali Karang Taruna di desa yang sebelumnya kurang aktif. Padhang Mbulan dihadirkan sebagai ruang bertukar energi antar pengurus Karang Taruna, pemdes, kecamatan, hingga seluruh stakeholder di Kecamatan Kaliwungu.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan keaktifan Karang Taruna di desa-desa. Alhamdulillah, saat ini sekitar 80 persen Karang Taruna di tingkat desa sudah kembali aktif,” ujar Mukhlis.
Ia menjelaskan, setiap penyelenggaraan Padhang Mbulan selalu mengusung konsep berbeda sesuai hasil musyawarah panitia. Pada edisi keempat ini, panitia mengangkat potensi seni, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Acara diawali dengan penampilan seni tari dari anak-anak SD binaan sanggar di Desa Banget, dilanjutkan pembacaan puisi oleh remaja putri IPPNU, penampilan Putar Arah, hingga sarasehan yang menghadirkan Camat Kaliwungu, kepala desa, RT/RW, BPD, perangkat desa, serta seluruh pengurus Karang Taruna se-Kecamatan Kaliwungu.
“Yang kami bangun bukan hanya acaranya, tetapi hubungan antarmanusia. Harapannya ada pertukaran energi, pengalaman, dan ide antara pengurus Karang Taruna dengan pemerintah desa, kecamatan, maupun seluruh stakeholder sehingga tercipta sinergi untuk membangun masyarakat,” katanya.
Selain hiburan, peserta juga mendapatkan materi mengenai social entrepreneur. Hal ini sebagai bekal bagi para pemuda agar mampu mengembangkan organisasi secara mandiri di tengah keterbatasan anggaran.
“Kami ingin teman-teman Karang Taruna tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah. Dengan semangat kewirausahaan sosial, mereka diharapkan tetap bisa bergerak, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat meskipun dengan keterbatasan anggaran,” tambahnya.
Desa Banget dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki sinergi yang baik antara pemerintah desa dengan Karang Taruna. Dukungan tersebut membuat pelaksanaan kegiatan berjalan optimal sekaligus menjadi kesempatan menampilkan berbagai potensi lokal yang dimiliki desa.
“Harapan kami sederhana, Karang Taruna semakin aktif karena organisasi ini merupakan mitra pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Ketika pemudanya bergerak, desa akan semakin maju dan masyarakat akan semakin kuat,” pungkasnya. (uma/fat/rds)










