Pati  

DPRD Pati Sebut Minim Sosialisasi Bikin Kuota SD Sekolah Rakyat Tak Terpenuhi

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kuota siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Pati untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) masih belum terpenuhi.

Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menilai hal tersebut terjadi karena minimnya sosialisasi di tengah masyarakat.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo mengungkapkan, dirinya akan segera berkomunikasi dengan dinas terkait. Langkah ini merespons belum terpenuhinya siswa Sekolah Rakyat jenjang SD tersebut.

Menurutnya, persoalan ini dapat disebabkan karena kurangnya sebaran informasi.

“Kami akan tanya dinas terkait dan kami akan cari solusi karena mungkin kurang informasi sampai ke bawah. Belum tentu orang yang enggak punya, punya sosial media,” ungkapnya.

Ia menilai, salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto itu seharusnya disosialisasikan hingga tingkat paling bawah.

Dengan demikian, masyarakat yang kurang mampu bisa mengetahui dan menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat.

“Sehingga memang harus ada sosialisasi ke bawah dan ini butuh bapak kepala desa, pak camat, tokoh masyarakat, tokoh agama, memberikan informasi sampai ke bawah,” ucapnya.

Legislator dari PDIP itu juga akan menanyakan penyebab utama belum terpenuhinya kuota Sekolah Rakyat jenjang tersebut. Termasuk mengenai kemungkinan alasan siswa SD Sekolah Rakyat yang masih berusia dini.

“Kami akan komunikasi dengan dinas sosial terkait hal ini, kami akan komunikasikan supaya terpenuhi kuotanya,” terangnya.

Dirinya juga memastikan bahwa siswa Sekolah Rakyat ini harus benar-benar menyasar masyarakat dari kalangan tidak mampu. Hal ini agar tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan program tersebut.

“Kami sudah memantau dan mendapatkan laporan dari dinas terkait dan memang betul-betul orang tidak mampu. Kalau mampu ke situ tanda kutip, aneh saja,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kuota Sekolah Rakyat jenjang SD disediakan sebanyak 90 siswa. Namun, hingga kini baru terisi 32 siswa.

Sementara untuk jenjang SMP dan SMA, kuotanya sudah terpenuhi masing-masing 90 siswa. (lut/fat/rds)