KENDAL, Joglo Jateng – Tim Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN-MIT) ke-22 Posko 182 Desa Pucangrejo menggelar sosialisasi dan edukasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kantor Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti 14 pelaku UMKM.
Sosialisasi digelar untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai keamanan pangan sekaligus mendorong legalitas dan daya saing produk UMKM Desa Pucangrejo.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari Pemerintah Kabupaten Kendal.
Materi pertama disampaikan Eli Kusumawati, S.Farm., Apt., M.Sc., selaku Apoteker Ahli Madya Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal.
Eli menjelaskan berbagai aspek terkait keamanan dan mutu pangan, mulai dari karakteristik bahan pangan, cara pengolahan pangan yang baik, hingga jenis pangan yang dapat memperoleh sertifikasi PIRT.
Sementara itu, materi mengenai perizinan disampaikan Yulia Cahyo, S.E., selaku pelaksana/fungsional pada Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kendal. Ia menjelaskan persyaratan serta tata cara pengajuan izin PIRT secara daring.
Dengan materi tersebut, para pelaku UMKM mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai tahapan yang perlu dilalui untuk melegalkan produk yang mereka hasilkan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN-MIT 22 Posko 182, Wafda Azizy, mengatakan legalitas produk menjadi bagian penting dalam mendorong produk lokal agar mampu berkembang dan memiliki daya saing lebih luas.
“Melalui sosialisasi PIRT ini, harapan kami produk-produk buatan asli warga Pucangrejo tidak hanya aman dan terjamin, tetapi juga memiliki legalitas resmi sehingga mampu meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan pasar,” ujar Wafda.
Kepala Desa Pucangrejo, Suharno, berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi perkembangan UMKM di desanya. Ia mendorong semakin banyak pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas usaha secara bertahap.
“Apa yang harus dilakukan ke depannya untuk lebih maju, hari ini mungkin baru satu yang telah maju, besok tiga, dan seterusnya,” ungkap Suharno.










