PEMALANG, Joglo Jateng – Tradisi tahunan ambeng laut di Kabupaten Pemalang tetap digelar dengan sederhana, meski dalam kondisi pandemi Covid-19. Kegiatan itu tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Bertempat di tempat pelelangan ikan (TPI) Asemdoyong, tradisi ini biasa diperingati setiap tanggal satu suro.
Tokoh masyarakat desa Asemdoyong Kecamatan Taman KH Asrofi mengatakan, tradisi ambeng laut atau larung sesaji ini memang sudah dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang mereka. Namun, adanya pandemi sejak tahun lalu menjadikan acara ini digelar dengan sangat terbatas.
“Dengan adanya wabah Covid-19, tradisi larung sesaji kita laksanakan dengan sesederhana mungkin. Akan tetapi tidak mengurangi kesakralan tradisi yang sudah kita laksanakan sebelumnya,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, bahwa tradisi ini merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat sekitar atas rezeki yang diberikan semesta, sekaligus sebagai sarana untuk memanjatkan doa kepada Sang Pencipta. Sehingga dengan demikian, ia berharap hal-hal baik akan selalu menyertai masyarakat desa Asemdoyong khususnya, umumnya Kabupaten Pemalang.
Kegiatan larung sesaji tersebut sudah menjadi tradisi. Sehingga rutin dilaksanakan setiap tahun, tepat nya pada tanggal 1 Suro atau pada tanggal 10 Agustus 2021 (1 Muharram 1443H). Ritual tersebut diawali dengan upacara serta pembacaan doa. Dimana warga masyarakat Asemdoyong beserta nelayan melarung 3 kepala kerbau ketengah laut.
“Dengan menggunakan tiga kapal nelayan, kami melarung tiga kepala kerbau ke tengah laut,” imbuh Asrofi.
Pelarungan kepala kerbau dan beberapa sesaji di tengah laut sekaligus menjadi penutup tradisi larung sesaji ini. Saat situasi normal, biasanya diadakan berbagai macam perlombaan. Namun mengingat keadaan masih belum memungkinkan, tradisi ini hanya dilakukan menggunakan rangkaian ritual sederhana.
Guna meningkatkan keamanan, pihak pelaksana juga bekerjasama dengan tim medis dari Puskesmas Kabunan sebagai upaya pencegahan apabila terjadi suatu hal. Pihaknya menekankan kepada warga yang terlibat untuk taat prokes, untuk menjaga kesakralan dan khidmatnya ritual ini.
“Semoga dengan kegiatan larung Sesaji ini, hidup masyarakat bisa diberkahi dengan rezeki yang melimpah dan selalu diberi kesehatan dan keselamatan, serta terbebas dari pandemi,” ungkapnya. (cr1/all)










