Radja Hotel Dukung Pengembangan Pariwisata lewat Penanaman Pohon

PEDULI: Perwakilan managemen Radja Hotel secara simbolis menanam pohon cemara laut di Pantai Tirang Semarang, belum lama ini. (DICKRI TIFANI BADI /JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Radja Art & Boutique Hotel Semarang mendorong pengembangan wisata Pantai Tirang yang berlokasi di Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Salah satunya melalui penanaman ratusan pohon cemara laut di sepanjang pantai itu.

Hal tersebut disampaikan oleh General Manager (GM) Hotel Radja Semarang, Sindhu Aribowo usai melakukan penanaman tersebut, belum lama ini. Ia menyampaikan, kegiatan tersebut sekaligus memperingati ulang tahun Radja Hotel yang ketiga. Gerakan sosial ini, lanjutnya, bekerjasama dengan Yayasan Sosial Raharja yang membawahi PT Kekancan Mukti Grup.

“Penanaman bibit cemara laut di Pantai Tirang, sudah dilakukan kedua kalinya. Sebelumnya, kami mengadakan pembersihan pantai pada bulan September lalu, saat ulang tahun PT Kekancan Mukti Grup ke- 40. Yayasannya bergerak bidang lingkungan, dimana Radja Hotel sebagai unit yang gencar melakukan kegiatan berkaitan kelangsungan ekosistem,” kata Sindhu.

Ia yakin bahwa bumi akan lebih baik berawal dari tindakan positif dari diri sendiri. Seperti halnya yang dilakukan oleh Radja Hotel melakukan penanaman pohon di sepanjang Pantai Tirang itu.

“Jadi berkelanjutan, karena kita bisnis dari alam dan kembalikan ke alam. Supaya berputar terus ekosistem ini terjaga. Namun, menurut kami cara ini tidak hanya mencegah bencana, tapi berbicara era global warming,” ujarnya.

Misalnya, kata dia, pihaknya memanfaatkan limbah plastik digunakan kembali agar tidak mencemari lingkungan. Hal itu salah satu upaya mendukung potensi pariwisata di pantai ini. Pasalnya bisnis hospitality tak terlepas dari dunia pariwisata. Sehingga, pihaknya berkomitmen akan melakukan penanaman dan perawatan secara rutin yang digelar hotelnya.

“Penanaman ini dilakukan perawatan secara berkala tidak hanya ditanam saja, dipantau setiap bulannya. Selain itu, pembersihan akan dilakukan setiap bulan berkoordinasi dengan Yayasan Sosial Raharja,” ucapnya.

Ia berharap, ketika pohon sudah tumbuh besar, setidaknya bisa menarik wisatawan datang ke Pantai Tirang Semarang. Apalagi, pengelola dan masyarakat sekitar pantai ini sangat mendukung adanya kegiatan tersebut.

“Harapannya, pantai ini tidak panas dan bisa teduh. Menariknya respon pengelola dan masyarakat welcome, mereka mengajak untuk sering ke Pantai Tirang tidak hanya saat ulang tahun saja,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang pedagang Pantai Tirang bernama Tono (59) merasa bangga adanya masyarakat atau lembaga yang ikut mendukung kemajuan pariwisata di pantai ini. Salah satunya dengan cara menanam pohon.

“Penanaman pohon saya kira baik sekali, karena bisa mencegah lingkungan tidak terkena abrasi. Kedua, pantai ini bisa teduh. Kami mempersilahkan masyarakat atau lembaga melakukan hal yang sama dilakukan Radja Hotel. Jika banyak yang menanam pohon, pantai ini bisa menarik wisatawan untuk datang,” paparnya. (dik/gih)