KUDUS, Joglo Jateng – Masyarakat Desa Kajar, Kecamatan Dawe, bertemu langsung dengan Bupati HM Hartopo di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (10/1). Petani menyampaikan keluhan perihal eksploitasi air secara berlebihan.
Sutikno (43) salah satu petani Desa Kajar menjelaskan, Penggunungan Muria kaya sumber mata air. Namun saat ini masih ada pebisnis yang menyalahgunakannya. Hal itu dirasa merugikan para petani.
“Setiap musim kemarau sungai mati, petani enggak bisa mengairi sawahnya. Itu jelas merugikan. Sedangkan yang di untungkan hanya segelintir orang saja,” ujar Sutikno.
Dirinya menambahkan, sebelum adanya eksploitasi air tersebut, kebutuhan stok air persawahan masih tercukupi. Sebenarnya bisnis yang merusak ekosistem lingkungan itu pernah ditutup, namun tahun-tahun ini mulai beroperasi lagi.
“Sebelum adanya eksploitasi, dalam waktu setahun petani masih bisa panen tiga kali. Musim kemarau saja, sebulan bisa mengairi sawah satu kali. Tapi Kalau sekarang, jalur irigasi saja sudah dipasangi pipa air,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, permasalahan eksploitasi air tersebut sudah lama. Sudah pernah diatasi, namun muncul lagi.
“Pihak kami akan memanggil kepala desa. Bisa atau tidak menertibkan persoalan ini. Kalau memang tidak sanggup, Pemerintah Provinsi dan Daerah yang akan menertibkannya,” tandasnya. (cr7/fat)










