Klenteng Tay Kak Sie Dibatasi 100 Orang

SEDEKAH: Warga lanjut usia (lansia) menerima pembagian angpau dari Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie di Semarang, akhir pekan lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kegiatan sembahyang saat perayaan Imlek di Klenteng Tay Kak Sie Kota Semarang dibatasi hanya boleh berjumlah 100 orang. Hal itu karena melihat kapasitas klenteng yang terletak di di Jalan Gang Lombok No 62 Pecinan Semarang itu.

Sekeretaris Yayasan Tay Kak Sie Andre menyampaikan, pembatasan tersebut untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung saat perayaan Imlek. Sebab, Kota Semarang masih PPKM level  2.

“Untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah umat yang akan bersembahyang pembatasan tersebut kami lakukan, karena Kota Semarang masih masuk PPKM level 2,” jelasnya, akhir pecan lalu.

Dengan kapasitas tersebut, Andre menuturkan yayasannya akan memberlakukan 50 persen secara bertahap. “Misalnya ada 50 orang yang akan bersembahyang akan kami izinkan masuk terlebih dahulu, setelah selesai dan keluar Klenteng, umat lainya baru kami izinkan masuk,” paparnya.

Di sisi lain, melihat pembaruan status PPKM di Kota Semarang menjadi level 2, ia menegaskan klentengnya tidak menggelar perayaan besar saat Imlek. “Mengingat masih level 2 jadi tidak ada perayaan besar, kegiatan saat Imlek kami fokuskan untuk beribadah,” katanya.

Meski tidak ada perayaan besar, kata dia, ada agenda tahunan seperti pembagian angpau dan sembako. Hal tersebut tetap digelar oleh klentengnya menjelang Imlek.

“Pembagian angpau dan sembako menjadi agenda tahunan kami, ada sekitar 1.500 angpau dan paket sembakau yang kami bagikan ke masyarakat,” ucapnya.

Sementara, Andre menerangkan bahwa Klenteng Tay Kak Sie bukan klenteng terbesar di Kota Semarang. Meski demikian klenteng ini punya sebanyak 29 altar dibanding klenteng lainnya.

“Itu bisa dikatakan paling besar, bukan karena bangunan namun karena banyaknya altar. Paling besar adalah altar Dewi Kwan Im atau Dewi Welas Asih,” ucapnya. (dik/gih)