PEMALANG, Joglo Jateng – Kabupaten Pemalang memiliki keanekaragaman kuliner yang unik, yaitu kolak telur. Kolak yang dikenal dengan makanan penutup, yang notabene berasa manis. Sedangkan telur, salah satu bahan makanan pokok yang sering dijadikan makan utama. Kedua hal itu dipadukan menjadi ragam kuliner unik di Desa Sarwodadi Kecamatan Comal Pemalang.
Ketua Kelompok Tani Ternak Sarwosari, Nasirin mengatakan, bahwa kolak telur memang sudah dikenal di lingkungan pejabat pemerintah kabupaten (pemkab). Setiap pemkab punya hajat atau ada tamu dari luar kota. Selalu memesan kolak telur sebagai salah satu hidangan utama.
Kolak telur adalah makanan istimewa dan langka. Yang sengaja dibuat untuk hidangan tamu spesial. Hal itu lantaran Desa Sarwodadi sering dikunjungi oleh pejabat pemerintah daerah. Dan kolak telur tersebut tidak dijual secara umum.
Berawal dari produksi telur itik para petani yang melimpah. Serta kebiasaan membuat olahan telur. Yang hanya diolah menjadi telur asin atau goreng saja. Maka kelompok tani ternak Sarwosari di Desa Sarwodadi berinovasi membuat olahan telur berupa kolak telur.
“Kami sengaja menyajikan kolak telur sebagai hidangan istimewa. Dari pemanfaatan potensi yang ada, sekaligus memperkenalkan inovasi produk pangan baru. Yang khas dan langka,” ujarnya saat diwawancarai Joglo Jateng di Desa Sarwodadi Comal, beberapa waktu lalu.
Bahan dasar dari kolak telur adalah telur itik pangon. Yang diambil kuningnya saja, Perpaduan antara santan, gula jawa, dan jahe dengan takaran yang pas sebagai kuahnya. Ditambah aroma wangi daun pandan, menjadikan kolak telur jadi santapan makanan penutup yang lezat dan gurih.
Di antara keunikannya, dalam pembuatan kolak telur adalah. Di saat kuah santan yang dicampur gula jawa sudah mendidih mencapai 100 derajat celcius. Selanjutnya kuning telur itik pangon dimasukan. Akan tetapi, tetap mempertahankan bentuknya yang bulat dan tidak pecah atau rusak. Bulatan kuning telur tersebut setelah matang, bertekstur makin keras dan kenyal. Dengan kombinasi bahan-bahan tersebut, menjadikan kolak telur gurih, manis dan mengenyangkan.
“Jadi kolak telur yang diproduksi kelompok tani ternak Sarwosari ini. Sudah mendapat sertifikat produk industri rumah tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan Pemalang. Dari inovasi pangan tersebut, kami akan mengembangkan dan menjadikan peluang usaha baru di bidang kuliner. Dan sekaligus manambah daftar keanekaragaman kuliner khas nusantara,” paparnya. (fiq/all)










