Mudah Pahami Materi Tokoh Hindu Budha dengan Mind Mapping

Oleh: Yus Atikah, S.Pd.SD
Guru SDN 03 Purwoharjo, Kec. Comal, Kab. Pemalang

IPS merupakan pelajaran yang di dalamnya terdapat banyak uraian materi, sehingga peserta didik merasa bahwa pelajaran IPS merupakan pelajaran yang sangat membosankan. Belajar IPS merupakan proses untuk mengetahui dan memahami sejarah dan geografis suatu tempat. Tantangan bagi guru SDN 03 Purwoharjo kelas IV, peserta didik masih kesulitan dalam memahami materi tokoh Hindu-Budha dalam pelajaran IPS. Seorang guru harus mampu memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran dan minat belajar siswa. Dalam permasalahan ini penulis mencoba menggunakan metode pembelajaran tipe kooperatif Mind Mapping.

Model pembelajaran Mind Mapping pada hakikatnya adalah salah satu pengembangan model pembelajaran kooperatif yang memanfaatkan otak sebagai pusat pemerolehan informasi oleh siswa dengan cara memetakan pemikirannya terhadap informasi yang terdapat pada materi yang sedang dipelajari dan yang telah dipelajari/ diingat sebelumnya sehingga siswa dapat dengan mudah memahami materi yang sedang dibahas. Sejalan dengan itu, Johan (Mahmudin, 2009: 3) mengemukakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe mind mapping merupakan suatu teknik grafik yang sangat ampuh dan menjadi kunci yang universal untuk membuka potensi dari seluruh otak, karena menggunakan seluruh keterampilan yang terdapat pada bagian neo-korteks dari otak atau yang lebih dikenal sebagai otak kiri dan otak kanan. Selain itu, model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping juga memungkinkan terjadinya asosiasi yang lebih lengkap pada informasi yang ingin dipelajari, baik asosiasi antar sesama informasi yang telah tersimpan sebelumnya di ingat Yovan (Mahmuddin, 2009: 3).

Dari uraian tersebut, dapat diasumsikan bahwa Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual karena memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat didalam diri seorang siswa. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun verbal.

Langkah-langkah model pembelajaran mind mapping, pertama, guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai serta mengemukakan konsep atau permasalahan tentang Tokoh Hindu-Budha sehingga siswa dapat mempunyai alternatif jawaban atas permasalahan tersebut. Kedua, siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 anak. Setiap anggota kelompok menyiapkan kertas manila dan spidol warna untuk mencatat jawaban dari hasil diskusi.

Ketiga, setiap anggota kelompok secara acak mempresentasikan (menempelkan hasil diskusi di papan tulis) dan membacakan hasil diskusinya. Guru mencatat poin-poin penting di papan tulis dan mengelompokkan sesuai dengan materi Tokoh Hindu-Budha. Keempat, dari data-data dipapan tulis siswa bersama guru membuat kesimpulan.

Model pembelajaran Mind Mapping memiliki banyak kelebihan karena melibatkan kedua sisi otak yaitu menggunakan gambar, warna, dan imajinasi (wilayah otak kanan) bersamaan dengan kata, angka, logika (wilayah otak kiri) sehingga belajar akan menjadi lebih menyenangkan serta dapat membantu siswa dalam banyak hal, seperti memacu kreativitas, pemahaman dan daya ingat siswa.

Maghfiroh (2009: 45), mengemukakan kelebihan metode pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping, diantaranya memudahkan kita melihat gambaran secara keseluruhan; membantu otak untuk mengatur, mengingat, membandingkan dan membuat hubungan; memudahkan menambahkan informasi baru. Kemudian, pengkajian ulang lebih cepat; dan setiap peta bersifat unik.

Dengan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar dan membantu siswa dalam banyak hal, seperti memacu kreativitas, pemahaman dan daya ingat siswa pada pelajaran IPS materi Tokoh Hindu-Budha. Harapan penulis model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping dapat juga diterapkan dan menjadikan solusi bagi sekolah yang mengalami permasalahan yang sama. (*)