Oleh: Khaerudin, S.Pd.,M.Pd
Guru SDN 04 Loning, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang
MENULIS adalah suatu proses kegiatan pikiran manusia yang hendak mengungkapkan isi jiwanya kepada orang lain atau kepada diri sendiri dalam bentuk tulisan. Menulis juga dapat melatih orang untuk mengeluarkan pikirannya dengan baik sehingga dapat dimengerti orang lain.
Salah satu bagian dari kegiatan menulis adalah menulis karangan. Karangan adalah hasil mengarang yang terdiri atas rentetan kalimat yang berkaitan dalam membentuk satu kesatuan (Nurdjan & Rustan, 2010). Karangan yang paling mudah dipraktikkan dan dipelajari oleh siswa sekolah dasar adalah jenis karangan narasi. Karangan narasi adalah karangan atau cerita yang menyajikan suatu peristiwa atau kejadian serta bagaimana peristiwa itu berlangsung berdasarkan urutan waktu (Firman, 2015: 31).
Namun, kenyataanya pengajaran keterampilan menulis karangan di tingkat sekolah dasar belum maksimal. Salah satu faktornya adalah metode mengajar yang digunakan oleh sebagian besar guru cenderung memakai metode ceramah sehingga kegiatan pembelajaran berlangsung monoton dan membosankan, terlebih siswa kurang dilibatkan secara aktif selama pembelajaran berlangsung dimana guru hanya menjelaskan materi pelajaran dan siswa mendengarkan kemudian menutup kegiatan pembelajaran dengan menyimpulkan materi pelajaran. Keadaan tersebut menyebabkan siswa kurang terlatih dalam hal mengarang, tak terkecuali menulis karangan narasi.
Dari permasalahan yang telah diuraikan diatas perlu dicari alternatif pemecahan masalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis karangan narasi. Tindakan yang dapat diambil yaitu dengan menggunakan metode mind mapping. Mind mapping adalah suatu cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah yang akan memetakan pikiran-pikiran (Tony Buzan, 2009: 4).
Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam menggunakan metode mind mapping adalah sebagai berikut. Pertama, guru membuat print out peta pikiran (mind mapping) dalam bentuk kotak yang diberi warna yang berbeda. Peta pikiran ini akan menuntun siswa mengembangkan imajinasi dan menuangkan ide-idenya untuk menghasilkan sebuah karangan. Peta pikiran (mind mapping) akan menunjang kreativitas berpikir siswa dalam membuat karangan narasi. Kertas yang berisi peta pikiran dibagikan kepada masing-masing siswa untuk dijadikan acuan dalam pembuatan sebuah karangan narasi.
Kedua, guru melakukan observasi. Pada tahap ini untuk mengetahui proses pembelajaran yang dilakukan dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan oleh guru dan yang menjadi sasaran observasi guru yaitu aspek kognitif. Aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru meliputi perencanaan, kegiatan utama, dan pemantapan.
Ketiga, guru melakukan kegiatan refleksi, tahapan refleksi dilakukan untuk mengetahui kekurangan atau kendala siklus I. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode mind mapping pada siklus I dapat dikatakan cukup baik, namun masih ada beberapa kendala. Kendala yang dimaksud adalah: siswa enggan bertanya tentang materi yang belum dipahami, siswa tetap merasa canggung ketika diminta untuk menjelaskan materi yang telah diajarkan. Dengan melihat kendala-kendala tersebut maka perlu dilakukan tindakan perbaikan agar hasil pembelajaran pada siklus II bisa lebih optimal.
Peningkatan keterampilan menulis karangan narasi dapat dilihat dari perolehan nilai skor rata-rata siswa pada siklus I yang mengalami peningkatan, sedangkan perolehan nilai siswa pada siklus II sangat meningkat dan dapat dikategorikan berhasil. Kelebihan mind mapping yaitu sangat baik untuk mengintropeksi diri, baik bagi siswa maupun guru. Kekurangan mind mapping yaitu siswa membutuhkan dorongan yang lebih kuat untuk dapat menerapkan mind mapping dalam kegiatan perencanaannya.
Berdasarkan hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind mapping dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi pada KD 3.4 Menggali informasi penting dari buku sejarah menggunakan aspek apa, dimana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana pada siswa kelas VIB SD Negeri 04 Loning tahun pelajaran 2021/2022. (*)








