Punic Buying Perparah Kelangkaan Minyak Goreng

Kepala Bidang Ketersediaan pengawasan dan pengendalian perdagangan Disperindag Kota Yogyakarta, Riswanti. (AFIFUDIN / JOGLO JATENG)

KOTA, Joglo Jogja – Panic Buying dinilai dapat memperparah kondisi kelangkaan minyak goreng di daerah. Sikap bijak masyarakat dalam membeli minyak goreng dapat membantu memperbaiki kondisi ini, yakni ditengah minimnya stok minyak goreng.

Kepala Bidang Ketersediaan pengawasan dan pengendalian perdagangan Disperindag Kota Yogyakarta, Riswanti membenarkan hal tersebut. Menurutnya kepanikan masyarakat akan berdampak pada semakin menipisnya minyak goreng dipasaran.

“Karena panik, akhirnya belinya berlebih. Bayangkan, misal beli enam liter per rumah tangga dikali ada berapa rumah tangga yang melakukan itu. Justru itu yang semakin memperparah kondisi kelangkaan minyak,” ungkapnya, Selasa (1/3).

Lebih jauh, ia mewanti-wanti masyarakat agar jangan sampai minyak goreng yang dulu di stok dalam gudang, sekarang pindah di rumah tangga. Mengingat saat ini stok minyak goreng diberbagai daerah masih belum stabil.

Ia mengaku akan terus melakukan pemantauan secara menyeluruh disetiap gudang. Juga memastikan tidak terjadi penimbunan. Meskipun dibeberapa media ada pemberitaan tentang penimbunan di daerah sentral produksi.

“Kalau yang kita pantau, di gudang tidak ada barang. baik barang maupun tabulasi manajemennya. Sebagai contoh di gudang PT Indomaret stok juga kosong, kalau ada juga langsung di distribusikan,” lanjutnya.

Meskipun minyak goreng mengalami kelangkaan, ia mengungkapkan bahwa kebutuhan perhari terus disuplai. Meskipun dengan kuota yang lebih sedikit. Hal tersebut yang seharusnya dapat disikapi dengan bijak oleh masyarakat.

Terakhir, sesuai anjuran untuk hidup sehat memang harus mengurangi konsumsi makanan yang di goreng. Namun disisi lain, menurutnya minyak goreng juga menjadi motor penggerak ekonomi. Terutama bagi pelaku UMKM.

“Makannya masyarakat harusnya bisa bijak dalam membeli minyak goreng. Percaya saja minyak goreng akan selalu ada,” pungkasnya.  (fif/bid)