Geplak, Buah Tangan Manis Khas Bantul

DOKUMENTASI: Potret geplak, makanan khas Bantul Yogyakarta. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

BANTUL, Joglo Jogja –Berkunjung atau sebatas jalan-jalan ke Yogyakarta, rasanya tidak lengkap jika belum membeli buah tangan. Selain batik dan bakpia, geplak menjadi salah satu pilihan untuk dijadikan oleh-oleh.

Kudapan ini biasanya banyak dijual di toko oleh-oleh maupun pasar tradisional. Warnanya yang mencolok dan beranekaragam, semakin membuat beberapa orang penasaran ingin mencobanya.

Pemilik usaha Geplak Widodo, Cynthia Mala Silvia mengatakan, geplak merupakan kudapan khas Bantul yang terbuat dari kelapa parut dan gula. Cita rasanya manis, karena memakai banyak gula. Dari segi tekstur, geplak biasanya cukup keras tapi lembut di dalam.

“Geplak itu makanan khas daerah Bantul. Saya enggak tahu kalau di tempat lain, tapi kalau di sini pure cuma parutan kelapa sama gula,” ungkapnya belum lama ini.

Ia melanjutkan, biasanya geplak ditambahkan dengan pewarna makanan untuk mempercantik tampilannya. Olehnya, wajar jika kebanyakan geplak di pasaran dijual dengan warna-warna yang cantik.

Menurutnya, adanya pewarna tersebut sebagai penambah gairah atau menarik mata untuk memandangnya. Sehingga, orang yang lewat akan tergiur dan ingin mencicipinya.

“Biasanya ada merah muda, putih, hijau, hingga coklat. Kalau yang berwarna itu ada pewarna makanan, kalau Cuma putih sama coklat jadinya pucat,” pungkasnya.

Dilansir dari “Kuliner Yogyakarta – Pantas Dikenang Sepanjang Masa” (2017) oleh Murdijati Gardjito, dkk. Terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, sejarah geplak tak lepas dari keberadaan Kabupaten Bantul yang pada masa kolonial merupakan penghasil gula tebu dan kelapa.

Dua bahan tersebut yang kemudian diolah sedemikian rupa, hingga menghasilkan camilan yang kini dikenal dengan nama geplak. Dalam buku yang sama, Mur menjelaskan bahwa geplak sebetulnya juga ada di Banyumas.

Namun pengolahan dan bentuknya berbeda dengan geplak khas Bantul. Selain itu, daya tarik geplak dari Bantul juga lebih kuat. Sehingga, masyarakat sekarang lebih mengenalnya. (fif/bid)