Para Peneliti Ilmiah Membuktikan Deltacron Sudah Bermunculan

Orang-orang yang memakai masker terlihat di Paris, Prancis, pada 5 Januari 2022 (ANTARA/JOGLO JATENG)

JAKARTA, Joglo Jateng– Para peneliti ilmiah kini telah membuktikan bahwa Deltacron, bentuk gabungan dari varian Delta dan Omicron mulai bermunculan. Hal itu seiring merebaknya virus corona baru dari dua varian tersebut di seluruh dunia.

​Menurut Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), terdapat bukti-bukti terpercaya yang menunjukkan bahwa bentuk rekombinan dari varian Delta dan Omicron itu telah muncul. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengonfirmasi bahwa virus rekombinan tersebut telah terdeteksi di sejumlah negara. Seperti Prancis, Belanda dan Denmark.

Pada Januari, Profesor Ilmu Biologi Leondios Kostrikis di Universitas Siprus mengumumkan bahwa dirinya menemukan galur (strain) baru virus corona. Yakni memiliki gabungan karakteristik dari varian Delta dan Omicron, dan menamakannya “Deltacron”.

Setelah itu, sejumlah negara satu demi satu mendeteksi virus rekombinan tersebut. Namun sejauh ini, para peneliti belum secara resmi menamai virus rekombinan tersebut.

Pada 9 Maret, Dr. Maria Van Kerkhove, kepala teknis Program Darurat Kesehatan WHO, mengatakan, WHO belum melihat adanya perubahan dalam epidemiologi dengan rekombinan ini. Seperti soal tingkat keparahan.

“Tetapi ada banyak penelitian yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Kerkhove menegaskan kembali bahwa pandemi masih jauh dari selesai. Oleh sebab itu, selain fokus terhadap penyelamatan nyawa dan mengurangi tingkat keparahan, perlu mengurangi penyebarannya. (ara/gih)