Bakso menjadi salah satu kuliner pilihan ketika seseorang bosan dengan nasi. Meskipun bukan kebutuhan pokok, rasa yang pas ditambah lokasi yang strategis menjadikan Bakso Balungan Pak Yanto sering diserbu orang.
BERBURU kuliner bakso balungan di Demak cukup banyak. Satu di antaranya yang terkenal adalah Bakso Balungan Pak Yanto. Lokasinya Jalan Sunan Kalijaga, Tanubayan, Bintoro, Kecamatan Demak.
Usaha milik Sutarno itu sudah ada sejak 1996. Awalnya ia berdagang keliling menggunakan gerobak. Hingga akhirnya pada 2004, dirinya berhasil mendirikan kios untuk berjualan sampai saat ini yang di kenal dengan Bakso Balungan Pak Yanto.
“Yanto itu nama kecil saya dari orang tua, tapi kalau nama di dokumen semua itu Sutarno. Jadi orang orang ya nggak tau nama saya yang asli,” ungkapnya, belum lama ini.
Warung Bakso Balungan Pak Yanto memiliki letak cukup strategis karena berada di pinggir jalan dan berada di akses utama jalan menuju Makam Sunan Kalijaga. Hal ini menjadikan warungnya sering diampiri peziarah yang datang ke Demak.
Bakso balungan ini memiliki sajian porsi yang pas, dan balungan muda dari daging sapinya juga lebih dominan. Racikan bumbunya serta balutan urat bakso terasa halus menjadikan bakso balungan Pak Yanto terasa semakin lezat.
“Di sini paling pas itu ketika jam makan siang karena pada jam itu bumbunya sangat pas meresapnya,” ucap Sutarno.
Semangkuk bakso balungan lengkap dengan sayuran hijau daun sawi, mi kuning, mi putih akan semakin cocok (bagi pencinta pedas) dengan tambahan sambal dan saos. “Orang Demak itu kalau bakso itu harus balungan, karena kalau nggak ada balungan itu kurang yes lah, istilahnya nggak tertariklah,” ujarnya.
Untuk satu porsi bakso balungan, pembeli cukup mengeluarkan uang Rp 22.000 atau kalau hanya ingin menikmati baksonya saja tanpa tulang, cukup merogeh kocek Rp 15.000. Selain itu, pelanggan juga bisa menambahkan lontong dan kerupuk untuk menambah kenikmatan sensasi makan bakso balungan.
Buka mulai pukul 09.00 hingga 21.00, Bakso Balungan Pak Yanto selalu ramai diserbu pelanggan dari luar kota. Karena banyak peziarah maupun wisatawan yang selalu menyempatkan diri menikmati bakso balungan ini saat melewati Pantura Demak.
Salah seorang pelanggan, Abu Dawud dari Kecamatan Bonang mengaku ketagihan untuk mampir makan ke warung Bakso Balungan Pak Yanto. Menurutnya, bakso dan daging pada tulang masih segar dan saat dinikmati rasanya empuk dan nikmat.
“Kita yang notabennya dari pesisir, kalau setiap ke kota disempatkan kesini, dagingnya empuk enak. Dan memilih bakso balungan karena ingin menikmati sensasi makannya dengan menghisap daging yang ada di tulangnya,” ucapnya. (cr3/gih)










