Oleh: Endang Purwatiningsih, S.Pd.
Guru SDN 07 Tegalsari, Kec. Ampelgading, Kab. Pemalang
ANAK usia SD tentunya memiliki karakteristik tersendiri dalam proses belajar mengajar. Oleh karenanya, kita perlu mengenali karakteristik tersebut agar bisa menerapkan cara pembelajaran terbaik bagi anak kita.
Menurut Wragg (2012:12), pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang memudahkan siswa untuk mempelajari sesuatu yang bermanfaat seperti fakta, keterampilan, nilai, konsep, dan bagaimana hidup serasi dengan sesama, atau suatu hasil belajar yang diinginkan.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat dipahami bahwa proses pembelajaran bukan sekedar transfer ilmu dari guru kepada siswa, melainkan suatu proses kegiatan, yaitu terjadi interaksi antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa. Pembelajaran hendaknya tidak menganut paradigma transfer of knowledge, yang mengandung makna bahwa siswa merupakan objek dari belajar .
Berikut ini beberapa cara belajar anak SD yang efektif bagi kita baik sebagai seorang pendidik ataupun sebagai orangtua. 1) Belajar sambil bermain. Anak usia SD itu senang dengan bermain. Oleh karena itu, guru pun bisa menerapkan sistem pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. 2) Banyak bergerak. Sebagian besar anak itu suka dengan bergerak. Guru bisa menggunakan pola pembelajaran yang banyak melibatkan gerakan. Seperti misalnya kita bisa meminta anak untuk meletakkan alfabet sesuai urutannya.
Kemudian, 3) belajar bersama teman. Lebih baik jika proses pembelajaran dilakukan bersama teman. Hal ini bisa mengajarkan pentingnya bekerja sama bagi anak. 4) Langsung praktik. Akan lebih mudah bagi anak SD untuk memahami apa yang diajarkan jika diberikan contoh. 5) Jalin interaksi. Saat kita ingin mengajak anak belajar, kita tidak bisa memaksa anak terlalu keras. Kita bisa memulainya dengan melakukan pengkondisian agar anak siap untuk belajar. Kita bisa lakukan interaksi dengan anak. Inilah cara belajar anak SD yang efektif.
Selanjutnya, 6) buat anak siap belajar. Bangkitkan semangat belajar anak didik kita. Sebelum mulai belajar, guru bisa misalnya mengajaknya untuk bernyanyi atau pun meneriakkan yel-yel. Bisa pula misalnya dengan melakukan tepuk tangan cepat dan lambat. Tujuannya agar nantinya anak bisa semangat untuk belajar. Melakukan hal ini sangat penting untuk membuat anak siap belajar. Sekalipun bagi guru, hal ini terasa lucu, tapi bagi anak melakukan hal tersebut sangat menyenangkan.
7) Gunakan media audio visual. Sesekali agar anak -anak tidak gampang bosan ketika belajar, kita sebagai pendidik ataupun orang tua perlu juga memfasilitasnya dengan media audio visual. Misalnya saja anak sedang gemar belajar membaca. Kita bisa carikan di internet, media pembelajaran audio visual yang terkait hal ini. Dengan cara ini anak akan lebih semangat untuk melakukan pembelajaran. 8) Ajarkan manajemen waktu. Sedari dini, sangat penting bagi kita sebagai guru untuk mengajarkan manajemen waktu pada anak. Dengan begitu, anak bisa mulai belajar untuk mengatur waktu. Misalnya saja kita membiasakan anak untuk belajar sebelum tidur. Meski kelihatannya sepele, namun ini akan berdampak besar bagi anak nantinya. Intinya, kita perlu mengajarkan anak belajar memanfaatkan waktu dengan baik. Saatnya belajar, anak harus belajar. Begitupun jika waktunya tidur, anak pun harus tidur.
Terakhir, 9) belajar sambil menggambar. Jika putra-putri Anda memiliki ketertarikan besar pada menggambar dan mewarnai, Anda pun perlu memfasilitasinya dengan alat yang memadai. Anda bisa menyediakan alat mewarnai dan menggambar. Di samping itu, Anda juga bisa memanfaatkan media gambar untuk menjelaskan materi yang sedang dipelajari. Intinya, cara belajar anak SD yang efektif adalah dengan menyesuaikan dengan karakter anak. Dengan mengenali bakat anak, kita bisa melakukan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak didik kita.
Demikianlah beberapa cara belajar anak SD efektif yang bisa diterapkan oleh kita sebagai guru. Sebagai guru, sudah sepatutnya kita ikut menemani, membimbing dan mengarahkan anak dalam belajar agar anak bisa berprestasi yang lebih baik. (*)








