Masjid Sabiilurrosya’ad, Karya Raden Trenggono

SUASANA: Anak-anak sedang menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Kauman, Bantul, belum lama ini. (ERNA SARI SUSANTI/ JOGLO JOGJA)

MASJID Sabiilurrosya’ad atau Masjid Kauman Bantul didirikan oleh Panembahan Bodo. Dimana Panembahan Bodo ini hanyalah gelar, ia memiliki nama asli Raden Trenggono. Dijuluki Bodo sebab, ia tidak mau menjabat menjadi adipati. karena lebih memilih untuk menyiarkan agama Islam.

Takmir Masjid Kauman Bantul, Hariyadi menjelaskan, Panembahan Bodo yang berguru ke Sunan Kalijaga, diamanahi untuk mendirikan masjid. Dimana memang strategi Walisongo tersebut melalui pendekatan secara politik dan budaya.

“Misinya Sunan Kalijaga melalui Panembahan Bodo akhirnya mendirikan masjid ini. Kebetulan sudah melihat tanda-tanda oleh Sunan Kalijaga bahwa disini nanti akan ada kerajaan baru, yaitu Mataram Islam oleh Panembahan Senopati itu,” bebernya.

Masjid ini diperkirakan sudah berdiri di tahun 1500, sebelum Kerajaan Mataram Islam berdiri. Menurut Hariyadi, Raden Trenggono oleh Panembahan Senopati dianggap sesepuh, dihormati karena penguasa wilayah tersebut, dan juga diberi gelar Panembahan sebab jasa beliau mendirikan masjid di Kampung Bodon.

Ia menuturkan sebelum di bangun, lokasi Masjid ini adalah alas kawijenan. Yang terdapat banyak pohon wijen.

“Konon atap bangunan masjid ini bukan dari kayu jati, tapi kayu wijen. Tahun 1983 juga ini sudah dipugar,” ucapnya.

Menurutnya, pada tahun 1983 mulai dilakukan pemugaran di bagian serambi dengan alasan pragmatis. Yakni karena bangunannya kecil. Sedangkan pada tahun 1996, bagian dalam masjid yang di renovasi. (ers/bid)