PATI, Joglo Jateng – Sejumlah komoditas sembako di Kabupaten Pati mengalami kenaikan harga. Berdasarkan hasil pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati di sejumlah pasar tradisional, lonjakan tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit merah.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagperin Pati, Koeswantoro mengatakan, pihaknya telah mendata sejumlah komoditas sembako yang mengalami kenaikan harga. Di antara sembako yang mengalami kenaikan harga, terdapat satu komoditas yang mengalami peningkatan harga signifikan, yakni cabai rawit merah.
“Cabai rawit merah naik Rp 5 ribu, dari yang tadinya Rp 65 ribu menjadi Rp 70 ribu. Kemudian daging ayam broiler naik seribu rupiah, yang sebelumnya Rp 26 menjadi Rp 27 ribu. Begitu pula telur ayam ras, naik seribu rupiah juga dari Rp 27 ribu jadi Rp 28 ribu,” jelasnya, belum lama ini.
Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit yang cukup tinggi dikarenakan faktor cuaca. Selain itu, adanya peningkatan permintaan dari konsumen juga menjadi salah satu faktor terjadinya kenaikan harga.
“Kalau produksi atau panennya itu relatif tetap. Akan tetapi permintaan konsumen meningkat. Sehingga harga jadi naik. Kalau seperti ini biasanya hanya sebentar, jadi tidak lama,” imbuhnya.
Di sisi lain, terdapat sembako yang mengalami penurunan harga. Yakni bawang putih dan ikan asin. Sementara harga komoditas lain di pasaran tergolong stabil.
“Harapan kami, harga sembako kembali stabil dan harganya terjangkau bagi masyarakat. Kalaupun nanti murah, kasihan petaninya. Sedangkan kalau kemahalan juga kasihan konsumennya. Jadi harus seimbang, agar antara petani dan konsumen sama-sama tidak keberatan,” tandasnya. (cr7/abd)










