UMKM  

Sirup Kunir Asem Resep dari Orang Tua

KEMBANGKAN: Puji Haryanti sedang memperlihatkan produk sirup kunir asem miliknya, belum lama ini. (LUTHFI MAJID / JOGLO JATENG)

Minuman herbal warisan orang tua dulu, saat ini mulai dicari masyarakat. Hal itu ditangkap oleh Puji Haryanti. Dengan sedikit inovasi, minuman herbal buatan Puji semakin digemari.

BERMODAL resep dari orang tua, Puji Haryanti (52) wanita asal Kabuten Pati itu berhasil membuat produk sirup kunir asem. Produk berbahan herbal tersebut dimulainya sejak tahun 2018 silam. Minuman yang bermanfaat untuk kesehatan itu, lambat laun semakin digemari pelanggan.

“Semula ibuk saya pembuat minuman kunir asem. Setelah ibuk berhenti, kemudian saya kembangkan. Kemudian terinspirasi membuat sirup kunir asem,” ujar perempuan yang akrap disapa Puji itu, belum lama ini.

Puji menceritakan, awal mula membuat sirup kunir asem ia hanya bermodalkan Rp 25 ribu. Kemudian, hasil penjualan produknya ia kumpulkan untuk membeli botol. Pasalnya, dulu ia masih memakai botol bekas air mineral.

Kemudian, ia mulai menambah produk jualannya. Dari mulai beras kencur, gulas asam, hingga sereh lemon. Sehingga, produk berbahan herbal miliknya tersebut mulai dikenal banyak orang.

“Karena iseng penambah produk, justru membawa berkah. Jadi banyak yang suka karena bahannya herbal. Sehingga bagus bagi kesehatan tubuh,” imbuhnya.

Ia memproduksi sirup setiap hari sekali dan dikerjakan sendiri. Sedangkan pengiriman, dirinya dibantu oleh suaminya. Kedepan, ia berniat memperkerjakan orang untuk membantu memproduksi.

Puji menjelaskan, sirup kunir asem miliknya itu dijual seharga Rp 22 ribu per botol. Sedangkan sekali produksi, dirinya membutuhkan modal Rp 300 ribu untuk membeli bahan-bahan.

“Kalau produksi setiap harinya sekitar 20 hingga 50 botol. Sedangkan puasa kemarin hampir 500 botol dalam satu hari. Sedangkan penjualan lewat online, jadi pembeli harus pesan order terlebih dulu,” terangnya. (cr7/gih)