PEMALANG, Joglo Jateng – Organisasi guru honorer se Kabupaten Pemalang bersama PGRI Pemalang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang menggelar doa bersama dan istighotsah di Gedung Serbaguna PGRI Pemalang, Kamis (23/6). Dengan hal tersebut, para guru honorer berharap dapat segera mendapatkan kejelasan pengangkatan menjadi ASN atau PPPK.
Ketua acara doa bersama, sekaligus Ketua Koordinasi Guru Honorer Tingkat SD Didin Arifin mengatakan, saat ini setidaknya ada 2650 guru honorer yang belum diangkat sebagai PPPK atau ASN di Kabupaten Pemalang. Dengan rincian 1500 guru honorer di swasta dan 1150 guru negeri.
Ia mengungkapkan doa bersama dan istighotsah ini dilakukan sebagai langkah terakhir setelah sebelumnya telah melakukan sejumlah komunikasi dengan pihak pemerintah daerah (pemda), DPRD Pemalang, pemerintah provinsi, bahkan ke pemerintah pusat terutama kementerian, namun belum menemukan hasil.
“Masih banyak guru honorer yang belum mendapatkan hak mereka dan istighotsah ini dilakukan sebagai langkah terakhir untuk mengetuk pintu hati para pejabat pemerintah agar mau membuat kebijakan penganggaran untuk pengangkatan kami,” ujarnya.
Kapala Disdikbud Pemalang, Abdul Rachman yang datang mewakili bupati Pemalang mengatakan, pihaknya terbuka menerima aspirasi guru honorer ini. Dengan gerakan tersebut ia berharap dapat menumbuhkan solidaritas dan sinergitas para guru untuk memajukan dunia pendidikan di Pemalang.
“Kita apresiasi seluruh pihak yang menggelar kegiatan ini, dan atas nama bupati saya menyampaikan pemda tidak pernah tertutup untuk guru honorer. Silahkan menyampaikan aspirasi karena itu untuk evaluasi kita pemda agar menjadi lebih baik lagi dan juga saya salut dengan para guru karena sangat solid. Harapannya ini bisa menjadi semangat untuk membangun dunia pendidikan,” tuturnya. (fan/gih)










