BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Dusun Karyan, Desa Masaran, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, kini tengah mematangkan potensinya sebagai salah satu sentra kerajinan berbahan lokal.
Melalui tangan kreatif warganya, limbah sabut kelapa berhasil disulap menjadi produk sapu berkualitas yang kini sukses menembus pasar ekspor.
Ketua RT 03 RW 01 Dusun Karyan, Desa Masaran, Wigih Dwi Lestari mengungkapkan, usaha pembuatan sapu sabut kelapa milik salah seorang warga bernama Esa ini menjadi angin segar bagi perekonomian lokal.
Memanfaatkan melimpahnya pohon kelapa di wilayah Desa Masaran, usaha ini diharapkan mampu mengangkat nama daerah ke kancah yang lebih luas.
Perjalanan usaha kerajinan sapu ini terbilang progresif. Memulai langkah pada tahun 2025, usaha milik Esa ini awalnya beroperasi secara manual dengan bahan baku sabut yang masih dipasok dari luar daerah.
Namun, seiring berjalannya waktu, peluang besar datang ketika pemilik usaha mendapatkan tawaran untuk memiliki mesin otomatis sendiri.
“Mulai awal tahun 2026 ini, alhamdulillah sudah bisa produksi sendiri dari bahan mentah sabut kelapa sampai jadi sapu siap pakai berkat adanya mesin otomatis,” ujar Wigih saat diwawancarai, Jumat (3/7/2026).
Hebatnya, meski belum terlalu lama berdiri, produk sapu sabut kelapa asal Dusun Karyan ini sudah berhasil menjangkau pasar ekspor. Pihak RT setempat berharap capaian ini menjadi modal awal agar produk lokal Masaran bisa semakin mendunia.
Keberadaan industri rumahan ini membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya kalangan perempuan dan ibu rumah tangga.
Sistem kerja yang diterapkan sangat fleksibel, sehingga membantu perekonomian keluarga tanpa mengabaikan urusan domestik.
Mekanisme pemberdayaan masyarakat dalam usaha ini terbagi menjadi dua cara. Salah satunya, sejumlah warga datang dan merakit sapu secara langsung di rumah produksi.










