BERMULA dari iseng atau tidak sengaja mengikuti ekstrakurikuler tari saat duduk di bangku kelas empat SD, Inka Novita Sari (17), lama-lama tertarik dunia tari. Bahkan, ia sering diundang untuk tampil didepan para tamu dan pejabat di acara dinas Pemalang. Dengan menari, dirinya ingin berkontribusi dalam melestarikan budaya tradisional Indonesia.
Dara manis asli Kota Nanas ini mengatakan, keinginan kuatnya menari karena adanya dukungan dari lingkungan terutama kedua orang tua. Kepiawaian Inka dalam menari kini sudah tak diragukan lagi. Ia pernah mengikuti lomba tari kreasi nusantara dengan membawakan tari Bajidor Kahot dan berhasil mendapatkan juara favorit dalam ajang tersebut.
“Awal saya mengikuti nari sejak kelas 4 SD. Awalnya cuma iseng iseng aja masuk ke ekskul tari di sekolah, tapi dengan berjalannya waktu saya mulai tertarik dengan seni tari dan pada akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti kursus nari di sanggar sejak kelas 2 SMP,” jelasnya, Senin (11/7).
Menurut Inka, selain melestarikan budaya, gerakan tari memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Sejak menjadi seorang penari, dirinya mengaku lebih bugar, sehat dan lues dalam bergerak. Tidak kaku seperti sebelumnya.
Bahkan dari tari ini, ia mengaku daya ingat miliknya menjadi lebih terasah, sebab dalam satu tarian ia harus menghafalkan lebih dari 20-30 lebih gerakan yang berbeda. Menurutnya, gerakan itu memiliki arti yang dalam.
“Walaupun awak-awal susah karena harus mengingat puluhan bahkan ratusan gerakan, tetapi sekarang karena terbiasa ingatan saya langsung dapat mengingat dan menyimpan gerakan penuh arti itu,” katanya.
Lebih lanjut, ia ingin menitipkan pesan kepada seluruh generasi muda agar dapat lebih aktif dalam melestarikan budaya bangsa. Sebab hal itu sudah sepantasnya dilakukan, karena budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dilestarikan.
“Ya, sebagai generasi muda kegiatan menari menjadi salah satu pelestarian budaya, karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan terus melestarikan kebudayaan yang ada. Sekarang ini budaya indonesia semakin luntur, maka sudah sepantasnya kita sebagai generasi muda terus melestarikan kebudayaan kebudaayan yang sudah diwariskan nenek moyang kita,” ucapnya. (fan/gih)










