Pati  

Topografi Cekung Disebut Penyebab Banjir, Selain Cuaca Ekstrem

ILUSTRASI: Evakuasi warga menggunakan perahu karet akibat banjir bandang di Kabupaten Pati, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menyebut bahwa bentuk muka bumi atau topografi di Kota Bumi Mina Tani cenderung cekung. Hal tersebut yang kemudian dianggap sebagai pemicu banjir selain cuaca ekstrem.

Kepala BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya menyatakan, Kabupaten Pati dikelilingi Gunung Muria dan Pegunungan Kendeng. Akibatnya, daerah tersebut menjadi wadah air hujan dari daerah hulu.

“Disamping memang ada cuaca ekstrem di bulan Juli, curah hujan juga tergolong tinggi. Selain itu, secara topografis atau bentuk rupa bumi Pati itu seperti mangkok. Ada istilah kalau Pati itu rumah air, jadi air itu dari mana-mana masuknya ke Pati,” katanya, belum lama ini.

Selain itu, Martinus juga menyebut naiknya permukaan air laut menjadi faktor lain dari bencana banjir tersebut. Lebih jelasnya, fenomena alam yang terjadi di kawasan pesisir utara Pati.

“Fenomena naiknya air laut sampai saat ini juga masih berlangsung. Ketika laut naik, aliran sungai yang harusnya masuk ke laut malah kembali,” ujar Martinus.

Dirinya menjelaskan, bencana banjir yang cukup parah beberapa hari lalu dikarenakan fenomena alam yang terjadi bersamaan. Yakni curah hujan di daerah hulu, dan di kawasan laut terjadi air pasang.

Sebagai tambahan informasi, Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Kamis (14/7). Tepatnya di Kecamatan Pati, Wedarijaksa, Trangkil, Margoyoso, dan Tayu. Sedangkan wilayah yang terdampak paling parah yakni di Tunjungrejo dan Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso. (lut/abd)