PATI, Joglo Jateng – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati menyatakan bahwa banjir bandang beberapa hari lalu tidak mengakibatkan puso atau gagal panen. Meski sejumlah lahan pertanian di Bumi Mina Tani sempat terendam banjir.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertan Pati, Kun Saptono menjelaskan, kategori puso terjadi apabila 70 persen tanaman mengalami gagal panen. “Kalau tidak mengalami puso, bantuan tidak bisa diajukan. Kalau sudah dua Minggu terendam banjir, lalu tidak produksi itu baru kami bisa menyampaikan untuk bantuan,” ujarnya, belum lama ini.
Bantuan kepada petani yang terdampak puso biasanya berupa benih yang disesuaikan dengan luasan lahan pertanian terdampak. “Kita mengusulkan ke pusat itu benih. Sesuai dengan luasan lahan yang terkena puso. Jadi misalnya terkena puso 50 hektare. Itu yang diajukan” ungkapnya.
Namun demikian, pihaknya akan selalu memantau dan mengusulkan apabila ada lokasi yang terkena puso. “Kewajiban kami kalau ada yang mengalami puso, kami mengusulkan, jadi tidak bisa serta merta memberi. Baik ke pemerintah pusat maupun provinsi,” imbuhnya.
Sebagai tambahan informasi, ratusan hektare lahan pertanian yang berada di lima kecamatan di Kabupaten Pati terkena dampak banjir Kamis (14/7) lalu. Dispertan mencatat, setidaknya ada 518 hektare lahan pertanian yang terdampak bencana tersebut. Meski tidak masuk kategori puso.
Berdasarkan data dari Dispertan Pati, lahan pertanian tanaman padi yang terdampak banjir sejumlah 405 hektare. Di antaranya meliputi Kecamatan Pati, Margoyoso, Tayu, dan Trangkil. (lut/abd)










