PATI, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati menyatakan belum menerima program pendistribusian minyak goreng kemasan sederhana bermerek MinyakKita. Meski demikian, peredaran merek tersebut sudah tersebar luas di Pati.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagperin Pati, Koeswantoro mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima instruksi terkait program tersebut. Namun, minyak goreng bermerek MinyakKita telah beredar di pasaran.
“MinyakKita peredarannya sudah ada. Tapi, yang program khusus dari Menteri Perdagangan belum ada, itu hanya yang peredaran bebas saja,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, program seperti pendistribusian MinyakKita biasanya melalui Bulog ataupun Disperindag Provinsi. Sedangkan terkait harga yang dipatok disebutkan sesuai dengan aturan Menteri Perdagangan, yakni seharga Rp 14 ribu.
“Sesuai harga eceran tertinggi (HET) harganya Rp 14 ribu. Kalau yang merek lain bervariasi. Namun setelah beredar ke pasaran, otomatis harganya naik. Karena penjual juga ambil untung,” terangnya.
Pihaknya belum memahami secara jelas terkait program tersebut. Sehingga, teknis ataupun waktu pendistribusian minyak murah tersebut masih belum diketahui secara pasti. Meski di sejumlah toko sudah ada peredaran bermerek tersebut.
Sebelumnya diketahui bahwa Menteri Perdagangan telah meluncurkan program MinyaKita pada 6 Juli 2022 lalu. Di mana, program tersebut sebutkan telah didistribusikan ke pasaran hingga toko modern seluruh daerah. (lut/abd)










