KUDUS, Joglo Jateng- Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menjadi pemateri dalam Bimbingan Teknis Keamanan Pangan bagi Pelaku Usaha Pangan Desa Krandon dan Kelurahan Panjunan. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai Selasa (9/8) hingga Kamis (11/8) mendatang di Balai Desa Panjunan.
Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga (Kesling Kesjaor) DKK Kudus Yuni Saptorini menjelaskan, kegiatan bimtek diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). DKK terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai pemateri.
“Karena sebenarnya dari DKK juga terdapat program yang serupa. Yakni program Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP),” jelasnya.
Dalam bimtek tersebut, para pelaku usaha diberikan materi terkait keamanan pangan. Dari materi tersebut, mereka dapat mengetahui prosedur pengolahan makanan, agar makanan tersebut menjadi produk yang berkualitas, sehat, bersih, dan aman bagi konsumen. Selain itu, materi terkait prinsip hygiene sanitasi juga turut disampaikan.
“Semua tahapannya diajarkan. Mulai dari pembelian bahan baku, bagaimana mengolahnya, cara penyimpanan, cara menyajikan, sampai makanan tersebut siap untuk dikonsumsi konsumen,” terangnya.
Untuk pelaku usaha kecil, sistem pengawasannya dalam bentuk stiker atau labelisasi dan berupa Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Pengawasan tersebut dilakukan oleh tim dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang sesuai wilayahnya. Tentunya, puskesmas tersebut dibawah naungan DKK.
“Kalau untuk pelaku usaha kecil, seperti warung makan dan kantin, cukup menggunakan labelisasi. Namun, untuk usaha seperti restoran dan catering harus mengurus Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS),” tuturnya.










