PATI, Joglo Jateng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berharap pembangunan kolam tambat kapal di Pulau Seprapat Juwana segera selesai. Hal tersebut disampaikan guna mengatasi persoalan parkir kapal di Sungai Juwana.
Ketua DPRD Pati Ali Badruddin menyatakan, masalah terkait parkir kapal hanya dapat diselesaikan dengan kolam tambat. Meskipun saat ini pembangunan megaproyek tersebut terhenti akibat terkendala anggaran.
“Soal parkir kapal kita sudah membuat kolam tambat kapal. Tapi belum sempurna karena terbentur anggaran. Daerah telah berusaha apalagi kemarin sudah dilihat bapak menteri. Semoga tambat kapal segera selesai supaya dapat digunakan sebagai parkir kapal,” kata Ali, belum lama ini.
Sementara progres pembangunan megaproyek tersebut baru separo pengerjaannya. Hal itu dipaparkan oleh Kasi Operasi Pemeliharaan Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Fajar Yulianto.
“Masih berkisar 50 persenan pembangunannya. Soalnya dari masterplannya rencana ada pembangunan gedung-gedung, kantor, jalan, dan lain-lain,” kata Fajar, belum lama ini.
Terkait kelanjutan pembangunan Kolam Tambat Kapal di tahun ini, Fajar belum bisa menjelaskan rencana kedepannya. Dia hanya menyebut belum ada pembangunan lagi di 2023. Setelah di tahun sebelumnya masuk tahapan penataan tanah dan sudah diselesaikan.
Pihaknya juga menjelaskan, pembangunan megaproyek tersebut sudah berjalan secara bertahap selama 5 tahun. “Kayaknya berjalan 5 tahun. Tapi bertahap. Dulu pembuatan jalan dulu ke Pulau Seprapat terus lanjut ke lain-lain,” tandas dia.
Sebagai tambahan informasi, parkir kapal di Sungai Juwana dianggap kerap menimbulkan sejumlah persoalan. Dari mulai menghambat jalur nelayan kecil yang hendak melaut, hingga disinyalir menjadi penyebab bencana banjir. (lut/fat)










