MESKIPUN hanya memproduksi makanan ringan, produksi kue kering asal Kabupaten Pati milik Sri Mulyani berhasil menembus pasar lokal, nasional dan internasional. Seperti Sulawesi, Jayapura hingga Singapura.
“Kita punya sales. Jadi kita fokus produksi saja. Untuk salesnya Alhamdulillah bisa menguasai pasar Pati. Luas kota, luar pulau Jayapura, bahkan sampai kirim ke Singapora,” kata Sri, belum lama ini.
Saat lebaran kemarin, ia mendapatkan omzet hingga Rp 140 juta. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada tahun lalu yang hanya bisa meraup omset sekitar Rp 60 juta.
Ia mengaku produksinya meningkatkan pesat selam Ramadan lalu. Dari sekitar 1 ton pastel menjadi 3,5 ton pastel. Sehingga dirinya menambah jenis kue yang diproduksi. Dari Sebelumnya yang hanya memproduksi pastel ditambah onde ketawa dan bolu.
“Kita tambah produksi bolu sama onde ketawa. Alhamdulillah penjualan pastel bisa melampaui tiga kali lipat daripada tahun kemarin. Bolunya juga jalan. Kemarin cuma 1 ton ini sampai 3,5 ton (pastel) yang lainnya 1 ton,” ungkapnya.
Ia membandrol per 3 kg pastel dengan harga Rp 135-140 ribu. Begitu juga onde ketawa. Sedangkan bolu dihargai Rp 125 ribu per 2 kilogram. Sementara yang paling diminati yakni pastel.
”Yang paling diminati pastel. Paling pecah telur sejak tahun lalu. Karyawan kita tambah dari sebelumnya 8 orang menjadi 16 orang,” tandasnya. (lut/gih)










