UMKM  

Dapat Petunjuk Ladang Rezeki dari Mimpi

SUASANA: Tampak depan warung Kolam Ikan yang terletak di Jalan Sendowo Blk, D no.68 Sinduadi Mlati Sleman, Kamis (6/7/23). (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

MIMPI dalam tidur seseorang terkadang membuat orang penasaran dan ingin mengetahui maknanya. Terkadang, mimpi yang hadir juga membuat kita tergugah untuk melakukan hal baru. Hal itu dialami oleh orang tua Ira, yang kini memiliki warung Kolam Ikan di area kampus Universitas Gajah Mada (UGM).

Sebelum akhirnya membuka warung itu, orang tua Ira sempat bermimpi melihat kolam ikan yang jumlahnya banyak. Ide untuk berjualan ikan bakar pun kemudian muncul. Sehingga warungnya diberi nama Kolam Ikan.

“Dalam penamaannya itu berawal dari mimpi ibu saya yang melihat kolam ikan yang sangat banyak di depan rumah. Sehingga dinamainnya warung Kolam Ikan, supaya rezekinya banyak sesuai dengan kolam ikan yang tersedia,” ungkap Ira, Kamis (6/7/23).

Orang tua Ira sudah mulai menjual ikan bakar sejak 2003 di depan rumah. Kemudian pada 2016 mereka memutuskan untuk menyewa tempat untuk warung di Jalan Sendowo Blk, D no.68 Sinduadi Mlati Sleman.

MENGGUGAH SELERA: Sajian ikan bakar yang ada di warung Kolam Ikan.

Harga terjangkau dan rasanya yang nikmat membuat tempat itu ramai dikunjungi mahasiswa. Warung Kolam Ikan menyediakan berbagai pilihan menu, yakni ikan nila, ayam, telur, ati ampela, hingga tahu tempe.

“Untuk menu yang sering laris disini itu biasanya telur bakar, tahu tempe, dan ati ampela. Karena harga yang murah mulai, dari Rp 7 ribu saja. Sedangkan untuk harga makanan lainnya paling mahal Rp 14 serta harga minuman Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu saja,” jelasnya.

Ira mengaku, setiap harinya ia bisa menjual ratusan porsi. Pelanggannya adalah mahasiswa UGM yang datang saat waktu istirahat tiba.

“Untuk setiap harinya saya buka setiap hari Senin sampai Sabtu mulai jam 09.00 hingga 21.00. Dengan jumlah pegawai ada empat orang,” terangnya.

Ia berharap, kedepanya ia bisa melebarkan ini tanpa mengurangi kualitas rasa yang sudah disenangi oleh para pelanggannya. Namun, karena harga sewa tempat di Jogja yang terbilang mahal, untuk saat Ira masih bertahan di warung awalnya.

“Saya udah survei beberapa tempat di jogja untuk mengembangkan usaha saya namun masih mahal. Sehingga saya fokuskan untuk tetap disini dan menjaga pelanggan saya yang telah lama disini,” imbuhnya.

Salah satu pelanggan Warung Kolam Ikan Aida mengatakan, dirinya menjadi pelanggan disini lantaran tempat makannya dekat dengan kampus. Banyaknnya menu yang disediakan juga membuatnya tidak mudah bosan.

“Kalau saya bingung mau makan saya pasti datang kesini karena banya pilihanya seperti ayam, ikan, telor dan tempe. Dan setiap jam-jam makan siang pasti rame anak vokasi UGM,” kata dia. (riz/mg4)