Film ‘Suzanna: Malam Jumat Kliwon’ Bawa Nuansa Klasik

film ‘Suzanna: Malam Jumat Kliwon’
KETERANGAN: Luna Maya (kiri), Guntur Soeharjanto (tengah), dan Taskya Namya (kanan) saat mempromosikan film ‘Suzanna: Malam Jumat Kliwon’ di Kampus Karangpanas Kota Semarang, belum lama ini. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

FILM ‘Suzanna: Malam Jumat Kliwon’ akan hadir dengan membawa nuansa klasik. Film yang dibintangi artis papan atas ternama Luna Maya ini akan tayang mulai 3 Agustus 2023 mendatang.

Sutradara Guntur Soeharjanto menyebut, meskipun mengusung konsep yang sama dengan Suzanna masa lalu, film kali ini memiliki perbedaan dan keunikan baru.  Menurutnya, ‘Suzanna: Malam Jumat Kliwon’ terkesan lebih klasik, sebab kisah yang diangkat berkutat pada hidup Suzanna semasa muda.

“Justru ini lebih klasik lagi, karena ceritanya jauh lebih lokal ya, karna kalau yang pertama urban. Kalau sekarang bener-bener setting-nya Jawa Timur. Story-nya waktu Suzanna masih muda, kalau yang pertama kan lebih dewasa ya uda nikah,” terangnya di Kampus Karangpanas Kota Semarang, belum lama ini.

Adapun tantangan yang ia hadapi sebagai sutradara yakni menghidupkan sosok Suzanna yang menjadi legend di Nusantara. Baginya, film Suzanna tak hanya soal bagaimana membuat tampilan Luna semirip mungkin dengan Suzanna. Sehingga, film Suzanna tahun ini menurutnya lebih kompleks dari sebelumnya.

“Gak cuma tampilan kalau sekarang, tapi lebih dari itu. Bagaimana struktur ceritanya, bagaimana karakternya, bagaimana hal yang belum kita munculkan di pertama itu muncul semuanya. Kalau Luna bilang jauh lebih kompleks ya iya bener. Alurnya berlayer-layer, gak cuma tampilan aja. Plotnya juag banyak,” tandas Guntur.

Sementara itu, aktris Luna Maya bercerita, dirinya juga melakukan ritual makan kembang yang dilakukan Alm. Suzanna semasa hidupnya. Selama proses syuting, Luna menyebut ada kejadian horor yang membuat seluruh kru terdiam dan merinding.

“Waktu kita yang di Gunung Pancar ya, ada saya kebetulan jadi sundel bolong, ada yang ketawa beneran saya sahutin balik. Mas Guntur denger dari headphone-nya,” ungkap Luna.

Sebagai pemeran utama, Luna Maya menegaskan film ‘Suzanna: Malam Jumat Kliwon’ bukanlah autobiografi. Ia menuturkan, film ini sebuah universe besar yang setiap cerita pada masing-masing film berdiri sendiri.

Selama memerankan Suzanna, Luna mengaku olah vokal menjadi yang cukup sulit baginya. Perbedaan gaya bicara yang sangat jelas di tahun 80-an menjadi tantangan tersendiri.

“Susah banget, karena memang lafalan dan pengucapan tahun 80-an atau Suzanna sendiri itu khas banget cara berdialognya. Pemenggalan komanya, di mana dia harus ngomong titik, di mana dia harus ambil nafasnya. Kalau dulu koma titik itu ada jelas gitu,” terang Luna.

Aktris kelahiran 1983 itu merasa karakter Suzanna yang ia perankan kali ini tak sejail Suzanna pada film sebelumnya. Justru, kesan jail dan komedi akan ditunjukkan oleh karakter lainnya. Hal unik lain baginya ialah sosok Suzanna sebagai hantu namun berperan pula bagai superhero.

“Kalau aku bilang ini seperti superhero. Hantu tapi superhero. Ini yang buat itu beda dan menurut aku ini sangat original dan lokal banget, gak ada film hantu jadi tokoh superhero-nya selain di film horor Indonesia kaya Suzanna ini,” pungkasnya. (luk/gih)