SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali menggelar Onthel Kebangsaan, Minggu (30/7/23). Ketua Panitia Onthel Kebangsaan 2, Pandu mengatakan, selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah masyarakat untuk menjaga kondusifitas menghadapi Pemilu 2024. Para pesertanya berasal dari tokoh lintas agama dan budaya. Mereka bersama-sama mengenakan pakaian adat masing-masing daerah.
Kegiatan diawali dengan pembagian dan pemasangan 3000 bendera merah putih di sepeda masing-masing peserta. Rute perjalanan dimulai dari depan Kantor Gubernur Jateng, Katedral Semarang, Sam Poo Kong, kawasan Kota Lama, dan berakhir di MAJT.
Pandu mengungkapkan, para peserta yang ikut berasal dari berbagai komunitas sepeda dari seluruh Indonesia. Ada sekitar 200 orang yang merupakan utusan daerah yang berasal dari luar jawa. Yakni dari Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan.
“Jadi acara ini acara lanjutan. Dulu Pak Gub (gubernur, Red.) sudah mempersatukan hingga menjadi satu kesatuan saudara. Nah setelah bersaudara kita dikumpukan lagi dan ini di MAJT tadi mampir ke Sam Poo Kong dan Gereja Blenduk. Jadi kita tahu budaya daerah masing-masing,” ungkapnya di MAJT.
Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen turut serta meramaikan kegiatan Ngonthel Kebangsaan ini. Ia mengenakan pakaian lurik lengkap dengan blangkon.

Wagub mengatakan, kegiatan dengan tema Ngonthel Silaturahmi Nasional ini diselenggarakan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-78 dan HUT Jateng ke-78. Semua tokoh lintas agama dan budaya berkumpul, sehingga merekatkan persatuan sebagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
“Bangsa kita memiliki kemajemukan baik itu kesukuan, kedaerahan, keberagaman, yang tentu itu semua perlu kita satukan dengan nawacita Bhineka Tunggal Ika. Dengan kegiatan ini kami harap seluruh elemen baik tokoh masyarakat, tokoh agama bisa bersatu, nyawiji membangun negara ini,” katanya.
Lebih lanjut, kesadaran bergotong-royong, kata wagub, sangat diperlukan dalam upaya membangun bangsa. Pihaknya juga menyampaikan bahwa menjelang tahun politik, eratnya solidaritas perlu ditingkatkan. Meskipun terdapat perbedaan dalam pandangan, bukan berarti harus saling menjauhi atau bermusuhan.
“Apalagi tahun 2024 ada pemilihan baik pilpres (pemilihan presiden, Red.) maupun pileg (pemilihan umum legislatif, Red.), banyak warga berbeda pendapat. Tapi kita disatukan oleh negara Kebhinekaan itu,” tegasnya.
Di MAJT, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), dengan Penyelanggaraan Onthel Kebangsaan Berbaju Adat Nusantara dari Berbagai Suku Agama dan Ormas diikuti Peserta Terbanyak. Yakni 15 ribu orang. Penghargaan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno. (luk/mg4)










