Tiang Jembatan Penghubung Antardesa Roboh, Begini Kondisinya

  • Bagikan
Salah saru tiang penyangga jembatan yang menghubungkan antara Desa Ngemplakrejo dan Desa Pragen roboh
BERBAHAYA: Salah saru tiang penyangga jembatan yang menghubungkan antara Desa Ngemplakrejo dan Desa Pragen, Kecamatan Pamotan tampak roboh.(ISTIMEWA

REMBANG – Salah satu tiang penyangga jembatan yang menghubungkan antara Desa Ngemplakrejo dan Desa Pragen,Kecamatan Pamotan roboh, Minggu (2/2) malam. Meski satu tiang penyangga ambruk, saat ini jembatan tersebut masih bisa dilalui kendaraan bermotor.

Camat Pamotan Mahfud mengatakan, ambruknya tiang penyangga tersebut dikarenakan tanah yang berada di bawah pondasi tergerus air.

“Sehingga membuat pondasi tiang penyangga tidak memiliki dasar yang kuat dan akhirnya tiang roboh,”katanya.

Ia menjelaskan, kondisi air di sungai tersebut sebenarnya tidak deras, hanya sedikit air yang mengalir hasil dari hujan yang mengguyur wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Ia memperkirakan usia dari bangunan tiang penyangga jembatan tersebut juga menjadi salah satu penyebab.

Mahfud menyebut, jembatan tersebut tidak hanya menghubungkan antara Desa Ngemplakrejo dan Desa Pragen.

Namun bisa digunakan untuk menuju ke Desa Njoho dan ke Desa Mlagen.
Jembatan penghubung antardesa tersebut sebelumnya dijadikan lintasan truk pengangkut hasil panen warga setempat. Namun karena saat ini kondisinya hanya tersisa dua tiang penyangga yang menopang jembatan, kendaraan berat dilarang melintas sementara.

“Kami sudah melaporkan ke Bapak Bupati, dan kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan tim dari DPU sudah terjun ke lokasi,” paparnya.

Meski kondisinya mengkhawatirkan setelah ditinjau tim DPU, jembatan tersebut masih bisa dilalui kendaraan dengan catatan tidak dilalui truk bermuatan berat.

Dalam waktu dekat tiang penyangga yang roboh akan dibersihkan terlebih dahulu sebelum dibuatkan tiang penyangga yang baru.

“Kami menghimbau bagi masyarakat yang mengendarai truk bermuatan berat hendak menuju ke Desa Ngemplak bisa menggunakan jalur alternatif melalui Desa Tempaling,” imbaunya. (mam/lut)

  • Bagikan