SEMARANG – Potensi Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang yang beragam menginisiasi Camat Jambu Edy Sukarno untuk menggelar Lomba Video Pendek (Vidpen) #JambuPromotionContest. Dengan tema Mempromosikan Potensi Kecamatan Jambu, peserta disyaratkan mengunggah video melalui Facebook sejak 8 Juli hingga 16 Agustus lalu dengan durasi maksimal tiga menit.
Menurut Edy, meski aktifitas masyarakat pada masa pandemi diimbau untuk jaga jarak, aktifitas di dunia maya tidak demikian. Ia justru menghimbau untuk meningkatkan kreativitas.
“Kami ingin para kreator ini mengunggah kreativitasnya menyuarakan ekonomi kerakyatan. Ada banyak potensi di Kecamatan Jambu ini. Kopi, alpukat, beras, durian, ragam kuliner, alam, budaya, seni, wisata dan masih banyak lagi. Dengan video itu, potensi Jambu lebih dikenal dan masyarakat lebih sejahtera,” ujarnya saat ditemui, kemarin.
Dari beberapa peserta yang masuk, menurut Edy, juri memilih tiga pemenang dengan jumlah “like” terbanyak. Juara satu diraih pemilik akun Facebook Tukimin Tani. Warga Dusun Kalibening Desa Kebondalem Kecamatan Jambu itu mengangkat potensi lokal dusunnya yakni alpukat yang sudah di kenal hingga luar Jawa.
Juara dua diraih akun bernama Veren Vitunn yang mengangkat potensi kopi dari Dusun Sirap, Desa Kelurahan. Video berdurasi satu menit 51 detik itu mengajak penonton untuk berkunjung ke wisata edukasi kopi dan budaya pedesaan hasil kreatifitas para pemuda Karang Taruna dan Perangkat Dusun Sirap sendiri.
Wisata bertema “Ngopi Asyik di Alam Indah Doesoen Kopi Sirap” itu mampu memanjakan para pengunjung dengan alam yang asri, nyaman dan aman sambil menikmati secangkir kopi. Tak lupa, di situ juga tersedia menu pelengkap yang tidak kalah unik, yaitu nasi jagung goreng, ketela godhog dan ketela bakar khas pedesaan. Semua itu disediakan di tengah kebun kopi.
Untuk juara tiga diraih akun bernama Kang Syukron. Ia mengangkat wisata Kolbu. Kolbu merupakan singkatan dari Brongkol dan Jambu. Obyek wisata ini ada di Jalan H Muhammad Zaen yang menghubungkan Desa Jambu dan Desa Brongkol Kecamatan Jambu yang dibuka setiap Minggu pagi mulai pukul 05.00 hingga pukul 09.00.
Banyak pedagang yang menjajakan makanan tradisional di situ. Seperti cenil, klepon, lopis, ketan kelapa manis, gemblong, timus, tiwul, nasi jagung, nogosari, klenyem, utri, cethil, gablog jagung, dan aneka bubur jenang di sepanjang jalan. Sedang kanan kirinya adalah areal persawahan. Di ujung selatan, mata pengunjung akan dimanjakan dengan hijaunya hamparan perbukitan Kelir.
“Karena sedang pandemi, destinasi ini tetap bisa dikunjungi, hanya saja, tidak ada
aktifitas jual beli aneka kuliner maupun beragam kebutuhan rumah tangga lainnya. Anda bisa jalan-jalan pagi hari, sore maupun melintasinya sambil bersepeda bersama keluarga, komunitas dan sahabat tercinta Anda. Dan inilah salah satu potensi Jambu yang harus mendunia,” kata Syukron, usai menerima penghargaan dari Camat Jambu. (lam/gih)










