KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Mas’an mengusulkan adanya pemasangan filter yang diletakkan di daerah aliran sungai pada bagian hulu.
Hal tersebut, dirasa perlu dicoba untuk memutus banjir limpasan yang sering terjadi di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus. Hal ini dilakukan karena banjir di daerah itu kerap disebabkan oleh menumpuknya ranting-ranting dari aliran hulu.
“Saya rasa itu dapat memutus banjir limpasan di Desa Kesambi,” katanya Kamis (5/11).
Menurutnya, permasalahannya adalah di izin pembangunannya. Dikarenakan sepanjang aliran sungai adalah wewenang dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun, jika hal itu bisa dilakukan dan tidak menyalahi aturan, dirasa tidak masalah.
Mas’an menambahkan, selain bisa mencegah terjadinya banjir limpasan di daerah hilir. Pemasangan filter juga bisa menunjukkan, siapa yang kerap membuang sampah dan ranting sembarangan. Dengan begitu, desa bisa aktif dalam mencegah buang sampah sembarangan.
“Jika memang nantinya dibutuhkan, di tiap desa akan dibuatkan. Paling sekitar Rp 500 juta anggarannya,” terangnya.
Sungai Kesambi sendiri, kemarin pagi dilakukan kegiatan bersih-bersih oleh puluhan anggota TNI-Polri dan relawan BPBD selama tiga hari ke depan. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya limpasan di desa tersebut.
Pasalnya, desa tersebut kerap menjadi langganan banjir ketika memasuki musim hujan yang lebat. Dikarenakan adanya tumpukan sampah dan banyaknya ranting pohon yang menyumbat aliran sungai.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Kudus, Budi Waluyo mengatakan, jika batang dan dongkel telah masuk ke aliran sungai, serta curah hujan yang tinggi mengakibatkan air tak mengalir atau tersumbat.
“Nantinya juga akan sulit untuk membersihkannya, perlu menggunakan alat berat untuk menunjang itu. Hanya mengandalkan tenaga orang saja tidak cukup. Belum lagi jika tanggul tidak kuat untuk menahan beban air yang melambat karena tersumbat,” jelasnya.(sam/akh)










