Proses Pembuatan Kretek akan Muncul di Museum Virtual

  • Bagikan
Museum Kretek Kudus
KOLEKSI SEJARAH: Perwakilan dari Museum Ranggawarsita Semarang melakukan pemerikasaan terhadap koleksi yang dimiliki oleh Museum Kretek Kudus. (SYAMSUL HADI/ JOGLO JATENG)

KUDUS – Museum Kretek Kudus sudah melakukan berbagai persiapan untuk menampilkan koleksinya, di acara Museum Virtual. Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengangkat kisah tentang proses pembuatan kretek, mulai dari Nitisemito sampai terbentuknya kretek.

Museum Virtual diselenggarakan oleh Museum Ranggawarsita Semarang, dan akan dilaksanakan pada akhir bulan November ini. Kabupaten Kudus ada tiga museum yang masuk dalam acara tersebut. Yakni Museum Kretek, Museum Patiayam, dan Museum Jenang dan Gusjigang.

Wali Kota Semarang

Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya, Yusron, melalui pemandu Museum Kretek, Novi Noor Hayati mengatakan, dalam Museum Virtual nanti museum kretek akan menampilkan koleksi mengenai proses pembuatan kretek dari awal sampai selesai.

“Jadi nantinya kami akan menampilkan koleksi tentang pembuatan kretek. Mulai dari profil Sang Raja Kretek Nitisemito, termasuk foto bangunan Pabrik Baltiga.” ucapnya Rabu (25/11).

Untuk proses pembuatan kretek, dulu menggunakan alat perajang cengkeh, tembakau, dan alat giling yang masih secara manual.

Baca juga:  Percepat Pemulihan Ekonomi di Tahun 2021

Sebelum dilaksanakannya museum virtual, pihak Museum Ranggawarsita Semarang pada beberapa waktu lalu memeriksa benda-benda koleksi di Museum Kretek. Total ada sepuluh benda yang dilakukan konservasi. Seperti bungkus kretek 150 biji, 20 tembakau, dan alat-alat lainnya untuk produksi.

“Selain itu, kami juga membersihkan semua benda-benda yang ada disini. Namun tidak dalam rangka mempersiapkan untuk museum virtual, memang pembersihan rutin yang kami lakukan,” imbuhnya.

Museum-museum yang mengikuti even, dari Kudus terdapat tiga museum tersebut. Selain itu ada Museum Ranggawarsita Semarang, Museum BPK RI Magelang, Museum Volkanologi Ketep Magelang, Museum Perkembangan Islam Jawa dan Museum Pers Nasional Solo.

Kemudian, ada juga Museum RA Kartini Rembang, Museum RA Kartini Jepara, Museum Kars Indonesia Wonogiri, Museum BRI Purwokerto, Museum KA Ambarawa. Lalu Museum Batik Danahardi Solo, Museum Nasional Sragen, Museum Kapak Samudra Raksa Megelang, Museum Radyapustaka Solo, Museum Keris Solo dan Museum Nasional Jakarta.(sam/akh)

Pemalang
  • Bagikan