REMBANG, Joglo Jateng – Program take away dan dua puluh menit makan di tempat yang di canangkan pengelola Pasar Mbrumbung berjalan maksimal. Sebagai pusat kuliner di Kabupaten Rembang, Pasar Mbrumbung saat ini sudah memenuhi target pengunjung yaitu 25 persen dari kapasitas.
Sarjani, ketua pengelola Pasar Mbrumbung mengatakan, setelah lama tutup untuk memulihkan Pasar Mbrumbung tidak gampang, apalagi berkaitan dengan sektor ekonomi. Tahap awal pembukaan, kita usahakan bagaimana pengunjung itu melakukan program kami, yaitu take away dan makan di tempat 20 menit.
“Diminggu kedua kita sudah mulai menyesuaikan program yang kita canagkan, selain di perketat oleh penjagaan kita juga banyak memasang papan reklame untku memberi tahu pengunjung,” jelasnya.
Sarjani menambahkan, diminggu pertama pembukaan pasar Mbrumbung sangat berat, karena masih sepi. Selain itu para pedagang juga kehabisan modal. Selanjutnya pada pekan kedua sudah mulai berdatangan dan saat ini sudah mulai kembali normal sesui kapasitas 25 persen.
“Kalau kapasitas disini kisaran 1.500 pengunjung, dan ini Alhamdulillah di Minggu ketiga ini pengunjungnya kisaran 600,” imbuhnya.
Sementara itu, Suminah salah satu pedagang di Pasar Mbrumbung merasa bahagia. Pasalnya ia bisa berjualan makanan tradisional lagi. Ia sempat kesulitan mencari pendapatan saat pasar Mbrumbung ditutup.
“Saya jualan rangin, kue kucur dan kacang. Alhamdulillah perhari bisa mendapatkan pemasukan Rp 100-150 ribu. Sebelumnya kalau tidak jualan hanya mencarikan rumput sapi saja,” jelasnya. (cr6/fat)










