KUDUS, Joglo Jateng – Seribu relawan disiagakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus untuk menghadapi bencana. Hal tersebut merupakan langkah antisipasi, mengingat perubahan musim yang mulai memasuki musim hujan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo mengatakan, relawan tersebut nantinya akan disebar ke sembilan kecamatan. Sesuai dengan jenis bencana di masing-masing wilayah.
“Untuk relawan yang ditempatkan di daerah atas, akan lebih fokus menangani longsor. Sedangkan relawan di bagian bawah, disiapkan untuk menangani banjir. Semua disesuaikan dengan jenis bencana yang kerap terjadi di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Meski demikian, ketika terjadi bencana besar di salah satu wilayah, relawan tersebut akan diperbantukan ke pusat bencana. Hal tersebut dilakukan agar penanggulangan bencana dapat dilakukan lebih optimal dan bisa segera teratasi.
“Jika nanti pada pelaksanaannya ada bencana yang memang perlu penanganan banyak orang, maka relawan di wilayah lain akan ditarik. Misalnya ketika terjadi banjir besar, maka relawan di wilayah atas akan diperbantukan ke bawah. Begitu pula sebaliknya,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo menekankan agar seluruh lapisan masyarakat mewaspadai datangnya bencana tahunan. Pihaknya memastikan, seluruh elemen terkait penanggulangan bencana telah siap.
“Kami tidak ingin kecolongan lagi. Kontingensi sudah direncanakan dan tahun ini semuanya harus sudah siap. Untuk meminimalisir dampak yang terjadi. Terlebih Jateng diperkirakan mengalami kenaikan intensitas hujan hingga mencapai 40% dari tahun lalu. Artinya kan lebih tinggi dari wilayah lain,” pungkasnya. (abd/fat)










