PATI, Joglo Jateng – Angka kasus stunting di Kabupaten Pati pada 2021 tercatat ada 5,76%. Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati terus berupaya untuk semakin menurunkan angka stunting di Pati. Salah satunya adalah dengan cara penambahan lokasi fokus (lokus) penanganan stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati Aviani Tritanti Venusia, melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Kasriatun menyebutkan, tahun ini pihaknya berhasil menambah 12 lokus stunting. Dari total 12 lokus pada 2020, tahun ini bertambah menjadi 24 lokus.
“Memang sengaja kami tingkatkan jumlahnya. Karena di lokus tersebut, harapannya aksi stunting bisa lebih optimal. Tahun depan kami juga berencana untuk menambah 18 lokus lagi. Jadi total akan ada 42 lokus pada tahun 2022,” paparnya.
Penambahan lokus stunting lebih ditekankan pada pencegahan kasus. Sebab, berdasarkan pengalaman, penanganan stunting dapat lebih optimal dalam bentuk pencegahan daripada penanggulangan.
“Penambahan lokus tersebut sebenarnya cenderung lebih ke pencegahan, tanpa mengesampingkan untuk penanggulangan balita stunting. Karena fokus stunting ada di pencegahan 1.000 hari pertama kehidupan. Karena kalau sudah terkena stunting, penanganannya lebih sulit. Jadi memang lebih baik mencegah agar tidak terjadi stunting,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan OPD terkait agar penanganan stunting di Pati dapat lebih optimal. “Jadi kita juga berkoordinasi dengan Dispermades untuk optimalisasi dana desa. Tujuannya untuk pemenuhan sarana prasarana posyandu, supaya pencegahan stunting dapat lebih optimal,” pungkasnya. (abd/fat)










