Kudus  

Raudlatuth Tholibin, Pondok KHR Asnawi sebelum NU Berdiri

Pondok Pesantren Raudlatuth Tholibin
PLANG: Papan nama Pondok Pesantren Raudlatuth Tholibin di halaman depan, Minggu (30/1/22). (SYAMSUL HADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Di Dukuh Bendan, Kelurahan Kerjasan, Kecamatan Kota, terdapat pondok pesantren (Ponpes) yang cukup dikenal banyak orang. Pasalnya, pendiri ponpes tersebut merupakan salah satu tokoh ulama yang turut andil dalam berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

Berdirinya pondok itu, berawal dari kepulangan Kiai Haji Raden (KHR) Asnawi dari Mekkah untuk kali ketiga. Sekembalinya beliau ke Kudus, KH Abdullah Faqih yang merupakan bapak mertuanya, memberikan rumah dan tanah wakaf sebagai tempat tinggal dan mengajar.

“Setahu saya, dari buku yang ditulis oleh cucu beliau, setelah mendapatkan sebidang tanah lalu ada saudagar yang memberikan sumbangan. Untuk membangun gedung pondok sederhana,” tutur Ridwanussalam, pengurus Ponpes Raudlatuth Tholibin.

lantai 2 bangunan Pondok Pesantren Raudlatuth Tholibin
KUMPUL: Tiga orang santri berkumpul di lantai 2 bangunan Pondok Pesantren Raudlatuth Tholibin, Minggu (30/1/22).

Setelah berdiri dan dipegang oleh KHR Asnawi, ponpes tersebut tidak mempunyai nama. Hanya diambil dari nama dukuh. Yakni Ponpes Bendan. Ponpes ini berdiri sejak 1927, sebelum NU berdiri.

Putranya sendiri, Zuhri, mampu mengampu madrasah Roudhotul Tholibin. Oleh karena itu, setelah KHR Asnawi wafat, Ponpes Bendan diasuh oleh cucunya yang bernama Minan Zuhri.

“Setelah diasuh Mbah Minan Zuhri, Ponpes Bendan diganti nama menjadi Raudlatuth Tholibin. Ini mengacu pada madrasah yang diampu ayahnya Mbah Minan Zuhri,” ucapnya.

KHR Asnawi sendiri, merupakan tokoh ulama yang mendirikan NU. Tidak hanya nimbrung, bahkan beliau sosok yang turut berjuang dalam sejarah berdirinya organisasi tersebut. (sam/ern)