MEMPUNYAI rasa pedas dan gurih yang khas, membuat usaha Lele Bakar Dapoer Orlien milik Nurul Ismiyah menjadi primadona semua kalangan. Bahkan dua bulan setelah pembukaan usahanya, ia dapat pindah tempat dari emperan ke kios lesehan.
Sebagai pemilik, Nurul mengaku kaget ketika masakannya dapat laris manis diserbu pembeli. Setiap harinya hampir 100 porsi bakaran habis terjual. Selain itu, karena letak yang strategis menjadikan orang mudah menemukan warung makan lele bakar ini.
“Alhamdulilah awal buka di emperan, karena tidak menyangka respon dari para customer sangat bagus, dua bulan kemudian kami pindah ke tempat yang lebih nyaman juga sedikit luas. Yaitu di depan kantor Koramil Bantarbolang,” tuturnya saat ditemui, belum lama ini.
Ia menjelaskan, usaha bakar-bakaran miliknya baru dirintis selama lima bulan. Di masa pandemi saat ini pun pembeli masih banyak berdatangan. Hal tersebut karena dirinya mampu memperluas pemasaran melalui media online dan jaringan pertemanannya.
“Ada pepatah mengatakan banyak teman banyak rezeki. Itu betul sekali dan saya alami sendiri. Jadi saya selalu memperbanyak teman, baik pada saat duduk di bangku SMA, kuliah, menjadi guru wiyata bakti, guru sanggar lukis, bisnis online sampai saat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, menu spesial yang sering dipesan pembeli adalah belut bakar pecak pati dan ayam kampung bakar pecak pati. “Kedua menu itu selalu habis terjual setiap harinya. Bahkan ada beberapa pembeli dari luar kota yang datang untuk merasakan menu ini,” terangnya.
Uci salah satu pelanggan mengungkapkan dirinya sering datang untuk sekedar makan siang disela bekerja. Hal tersebut karena rasa gurih, pedas dan manis yang pas, sehingga membuat dirinya ketagihan serta mengajak temannya untuk mencoba masakan ini.
“Rasanya manis, pedas, gurih dengan aroma bumbu rempah khas yang bikin perut keroncongan. Apalagi bersanding dengan sambal yang pedas manis sesuai dengan selera orang Jawa enak lah pokoknya,” ujarnya.(fan/gih)










